SuaraBanten.id - Jabatan baru Bupati Tangerang yang diemban Moch Maesyal Rasyid langsung diuji dengan persoalan dari masa lalunya yakni soal pengadaan lahan RSUD Tigaraksa.
Saat dikonfirmasi terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (temuan BPK) soal pengadaan lahan RSUD Tigaraksa yang dilakukan saat ia masih menjabat Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid memilih untuk tak menanggapinya.
Sikap diam Moch Maesyal Rasyid ini ditunjukkannya saat dicegat dikonfirmasi awak media soal temuan BPK tentang pengadaan lahan RSUD Tigaraksa di gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Selasa 15 Juli 2025 kemarin.
Alih-alih memberikan klarifikasi atas temuan BPK yang menyorot perannya sebagai Sekda pada periode 2017-2024, Maesyal justru mengalihkan pembicaraan ke topik lain yang tidak relevan dengan pertanyaan. Ia secara tegas menolak menjawab dan memilih fokus pada pembahasan rencana perubahan APBD 2025.
“Tadi saya bilang, masalah ini dulu (rencana perubahan APBD 2025). Iya artinya ini yang perlu saya sampaikan kepada bapak ibu,” kata Maesyal, sembari berusaha menyudahi sesi tanya jawab.
Saat terus didesak, ia kembali mengelak. “Tadi saya sampaikan tentang APBD,” tambah Maesyal sambil bergegas meninggalkan kerumunan wartawan dan menuruni anak tangga gedung DPRD.
Sikap bungkam sang Bupati ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, mengingat temuan BPK bukanlah perkara sepele.
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemkab Tangerang tahun 2024, BPK mencatat adanya sejumlah kejanggalan serius dalam pembelian lahan untuk RSUD Tigaraksa.
BPK menyoroti pembelian tanah dengan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) nomor 4/Tigaraksa seluas 64.607 meter persegi.
Baca Juga: Wakil Bupati Tangerang Buka Suara Soal Temuan BPK Soal Pengelolaan Dana Bos Rp878 Juta
Tanah ini dibeli dengan dana APBD senilai Rp26.454.190.000. Namun, audit BPK menyimpulkan beberapa poin kritis:
Sertifikat Mati: SHGB atas lahan tersebut ternyata telah habis masa berlakunya sejak 7 Agustus 2014, jauh sebelum proses pengadaan dilakukan.
Beban Keuangan: Pembelian lahan ini dinilai BPK justru dilakukan di luar kebutuhan pembangunan rumah sakit dan telah membebani keuangan daerah.
Risiko Hukum dan Sengketa: BPK secara gamblang menyebut bahwa transaksi ini berisiko menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Selain itu, lahan tersebut juga berpotensi sengketa karena beririsan dengan bangunan milik warga setempat.
Konteks keterlibatan Maesyal menjadi sangat krusial, sebab seluruh proses pengadaan lahan yang kini menjadi sorotan BPK terjadi dalam rentang waktu jabatannya sebagai Sekda Kabupaten Tangerang.
Jabatannya sebagai Sekda ia tinggalkan setelah memutuskan pensiun dini untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Tangerang, di mana ia berpasangan dengan Intan Nurul Hikmah, yang merupakan adik dari mantan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.
Berita Terkait
-
Wakil Bupati Tangerang Buka Suara Soal Temuan BPK Soal Pengelolaan Dana Bos Rp878 Juta
-
Proyek Kawasan Kumuh Pemkot Tangsel Jadi Temuan BPK, Ada Kelebihan Bayar Hingga Rp326 Juta
-
Temuan BPK Soal Dana BOS 7 Sekolah di Tangerang Jadi Sorotan Fraksi PKS
-
Skandal Dana BOS Rp878 Juta di 7 Sekolah Kabupaten Tangerang Jadi Temuan BPK
-
Proyek Gedung Dinsos Cilegon dan Assessment Center Jadi Temuan BPK
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Teken MoU dengan Pemkot Cilegon, Krakatau Steel Bahas Akses Pelabuhan Hingga KEK
-
Soroti Kepala Daerah Ditangkap KPK, Pengamat: Korupsi Politik Bukan Sekadar Serakah tapi Kalkulasi
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 100 Kurikulum Merdeka
-
Simak Jadwal KRL Rangkasbitung - Tanah Abang Terbaru
-
Piring Nasi Terancam! Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terancam Puso, Petani Hanya Bisa Pasrah