SuaraBanten.id - Niat mencari keadilan, keluarga korban mutilasi di Gunungsari, Serang, Banten justru harus berhadapan dengan pintu ruang sidang yang tertutup.
Dugaan misinformasi jadwal sidang terdakwa pelaku mutilasi Gunungsari, Serang, Banten dari pihak pengadilan Negeri atau PN Serang memicu protes, bentrokan, dan memperdalam luka keluarga yang merasa dipermainkan.
Harapan keluarga korban mutilasi Siti Amelia (19) untuk mengawal jalannya sidang keadilan bagi mendiang pupus dalam kekecewaan dan amarah.
Sidang ketiga yang digelar di PN Serang, Kamis 10 Juli 2025, berakhir ricuh setelah puluhan keluarga dan warga mendapati persidangan telah usai, lebih cepat dari jadwal yang mereka terima.
Insiden ini menyoroti adanya dugaan kegagalan komunikasi yang berujung pada hilangnya kepercayaan keluarga korban terhadap proses hukum.
Kekecewaan memuncak ketika puluhan warga dari Kampung Cikuray tiba di PN Serang sekitar pukul 10.30 WIB.
Mereka datang dengan bekal informasi bahwa sidang akan dimulai pukul 11.00 WIB, namun kenyataannya sidang sudah dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan telah selesai.
Bagi mereka, ini bukan sekadar keterlambatan, melainkan sebuah bentuk perlakuan tidak adil yang meremehkan pengorbanan mereka.
"Kami merasa dipermainkan kami jauh-jauh perlu bensin, butuh uang, butuh biaya. Orang orang ini juga pada kerja," ujar Misah, salah satu perwakilan keluarga korban dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id).
Baca Juga: Skandal SMAN 4 Serang Memanas, Dindikbud Banten Turun Tangan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Perasaan dipermainkan itu diperparah oleh beratnya kasus yang mereka kawal. Mereka datang untuk memastikan pelaku pembunuhan keji mendapat hukuman setimpal, namun justru merasa proses peradilan mengabaikan kehadiran mereka sebagai pihak yang paling terluka.
"Keponakan saya itu secara sadis dibunuh, kami merasa tidak ada keadilan di sini," tegasnya.
Luapan emosi tak terhindarkan. Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan warga yang kecewa mencoba menerobos masuk ke dalam ruang sidang yang sudah kosong.
Upaya mereka dihadang oleh barikade aparat kepolisian, memicu aksi saling dorong dan bentrokan fisik antara warga dan petugas yang berjaga.
Di sisi lain, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang menepis adanya percepatan jadwal. Kasi Intel Kejari Serang, M Ichsan, menyatakan bahwa jadwal sidang sudah ditetapkan sejak minggu sebelumnya.
"Mulai sidang itu dari Pengadilan, tapi kalau tidak salah minggu kemarin (hakim) bilang sidang tunda itu digelar jam 10 sudah diketok (mulai). Seperti biasa aja enggak ada percepatan," kata Ichsan saat dihubungi.
Pernyataan ini justru semakin menonjolkan adanya jurang informasi antara jadwal resmi pengadilan dengan informasi yang sampai ke tangan keluarga korban.
Insiden ini menjadi potret nyata bagaimana miskomunikasi dalam kasus yang sensitif dapat memicu ketidakpercayaan dan kekacauan, meninggalkan keluarga korban dengan perasaan diabaikan dalam perjuangan mereka mencari keadilan.
Berita Terkait
-
Skandal SMAN 4 Serang Memanas, Dindikbud Banten Turun Tangan, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Mantan Kepala SMAN 4 Serang Akui Ada Kasus Pelecehan Seksual, Pilih Diam Demi Nama Baik Sekolah?
-
Skandal Dana BOS Rp878 Juta di 7 Sekolah Kabupaten Tangerang Jadi Temuan BPK
-
Eks Anggota DPRD Cilegon Dilaporkan ke Polda Banten, Diduga Serobot Lahan PT Pancapuri
-
Wanita Penjaga BRI Link di Serang Tewas Dipalu di Kepala, Pelaku Gondol Uang Rp10 Juta
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Tangerang, Serang dan Pandeglang Jumat 27 Februari 2026
-
Mantan Kasir Bukit Cilegon Asri Tilap DP Nasabah Rp653 Juta, Begini Modusnya
-
Tuding Jalan Berlubang Biang Kerok, Ini 5 Poin Penting Perjuangan Keadilan Warga Banten
-
Gali Lubang Tutup Lubang, Istri Oknum Polisi Tipu Rekanan Rp500 Juta Demi Bayar Rentenir
-
Tukang Ojek Pandeglang Gugat Pemerintah Rp100 Miliar Usai Siswa SD Tewas Akibat Jalan Berlubang