SuaraBanten.id - Ditinggal warganya setelah tambang emas tak lagi produktif, sebuah SDN 1 Pasir Gombong di Lebak, Banten kini menghadapi ancaman ganda: sepi peminat dan krisis dana Bantuan operasional Sekolah (Dana BOS) yang mengancam operasional sekolah serta upah guru honorer.
Suara riuh anak-anak di halaman sekolah menjadi pemandangan langka di SDN 1 Pasir Gombong, Lebak, Banten. Sekolah ini kini berada di ambang krisis yang lebih dalam dari sekadar sepinya murid baru yang mendaftar saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Sebagai warisan dari kawasan tambang emas yang telah ditinggalkan, menyusutnya jumlah siswa SDN 1 Pasir Gombong, Lebak, Banten secara drastis kini memicu efek domino. Anjloknya dana BOS yang menjadi napas kehidupan sekolah dan sumber upah bagi para guru honorer.
Pada tahun ajaran 2025/2026, SDN 1 Pasir Gombong di Kecamatan Bayah, Lebak, hanya berhasil menjaring 4 siswa baru.
Jumlah murid yang kurang dari 5 orang itu pun mencerminkan kondisi populasi yang kian menyusut di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Hadi Mulya, mengonfirmasi data menyedihkan ini.
“Betul, bahwa SDN 1 Pasir Gombong hanya ada 4 siswa baru. Menurut data dari Dapodik, jumlah keseluruhan siswanya hanya ada 23 siswa,” kata Hadi dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id), Kamis 10 Juli 2025.
Menurut Hadi, salah satu akar masalahnya adalah faktor ekonomi. Kawasan tersebut dulunya ramai oleh para pendatang yang bekerja di tambang emas. Kini, denyut ekonomi itu telah berhenti.
“Masyarakat aslinya sedikit, dulunya kan banyak pendatang, karena area tambangnya sudah tidak produktif, makannya warga pendatangnya meninggalkan tempat tersebut yang mengakibatkan murid barunya cuma 4 siswa,” ujarnya.
Baca Juga: Temuan BPK Soal Dana BOS 7 Sekolah di Tangerang Jadi Sorotan Fraksi PKS
Meskipun berada di titik nadir, Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk tidak menutup sekolah tersebut.
Alasannya, sekolah ini adalah satu-satunya fasilitas pendidikan dasar di kawasan itu, dan negara wajib menjamin hak pendidikan bagi anak-anak yang masih menetap di sana.
“Padahal, di daerah itu SD itu jauh-jauh. Bisa dibilang SDN Pasir Gombong 1 itu satu-satunya sekolah di kawasan tersebut,” ungkapnya.
Namun, komitmen untuk tetap beroperasi dihadapkan pada kenyataan pahit di lapangan yakni masalah pendanaan operasional sekolah yang minim. Dengan jumlah murid yang minim, alokasi dana BOS yang diterima sekolah menjadi sangat kecil.
Inilah yang menjadi ancaman paling serius, bukan hanya bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga bagi kesejahteraan para pendidiknya.
"Dengan sedikitnya murid maka penyaluran dana BOS akan menjadi sedikit karena menyesuaikan dengan jumlah murid. Dengan sedikitnya dana BOS yang diterima, tak hanya operasional sekolah yang kemungkinan menjadi terbatas, namun upah terhadap guru honorer juga tentu terancam terganggu," papar Hadi.
Tag
Berita Terkait
-
Temuan BPK Soal Dana BOS 7 Sekolah di Tangerang Jadi Sorotan Fraksi PKS
-
Skandal Dana BOS Rp878 Juta di 7 Sekolah Kabupaten Tangerang Jadi Temuan BPK
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak Pantai Karangseke Lebak, Dua Orang Tewas
-
17 SPBU di Lebak Banten Tak Terdaftar Sebagai 'Wajib Pajak'
-
Siswa di Lebak Kesulitan Daftar SPMB SMA/SMK, Andra Soni Klaim Semua Persiapan Baik
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
BRI dan Rumah BUMN Antarkan UMKM "It's Me Time" Mendunia Dengan Ekspor Brownies Ketan
-
Gunung Anak Krakatau Status Siaga, BPBD Banten Garansi Kawasan Anyer dan Carita Aman Dikunjungi
-
Targetkan 1.500 Pelari, Ajang GRID Cardio Rush Bakal Hijaukan Kaki Gunung Gede Pangrango
-
Dari Jual Jelly Susu Kini Ingin Buka Mie Ayam, Kisah Peserta Pelatihan CSR PIK2 di Kronjo
-
Jalan Rusak Parah Bertahun-tahun, Warga Lebak Pedalaman: Kami Merasa Belum Merdeka di Tanah Sendiri