SuaraBanten.id - Sejumlah siswa yang hendak masuk Sekolah Menengah Atas atau SMA maupun Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK di Kabupaten Lebak, Banten kesulitas saat mendaftar secara online pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Hal serupa juga dialami Asminik, orang tua siswa yang memilih datang langsung ke sekolah untuk memastikan anaknya terdaftar di sistem. Namun, Gubernur Banten Andra Soni dalam tinjauannya memastikan SPMB telah disiapkan dengan baik.
Kesulitan itu salah satunya dialami Hafiz (15), seorang siswa asal Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten yang mengaku dirinya kesulitan untuk menggugah berkas pendaftaran ke SMK Negeri 1 Rangkasbitung.
"Saya sudah beberapa kali mencoba daftar lewat online tapi gagal terus, gak bisa di upload (berkas-red). Gak tau server atau apanya tuh," kata Hafiz dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id, Selasa 17 Juni 2025.
Kata Hafiz, ia sudah mencoba mendaftar sejak Minggu hingga Senin pagi kemarin, namun tetap saja masih kesulitan untuk mengaksesnya.
"Begitu mendapati akses ke sistem baru berhasil dilakukan, tapi proses unggah berkas masih terkendala," katanya mengungkap kendala pengunggahan berkas dalam rangka SPMB itu.
Hal serupa juga dialami Asminik, salah seorang orangtua siswa yang hendak mendaftarkan anaknya ke sekolah menengah atas itu, ia mengaku khawatir dengan pendaftaran lewat online.
Karenanya, ia terpaksa harus mendatangi sekolah untuk memastikan anaknya benar-benar terdaftar dalam SPMB Banten itu.
"Terpaksa datang ke sekolah untuk memastikan kalau anaknya sudah terdaftar dalam SPMB online," kata Asminik mengaku memilih datang ke sekolah agar lebih jelas.
Baca Juga: Pemprov Klaim Tak Ada Kendala Pengajuan Calon Sekda Banten ke Presiden
Menurutnya, dengan adanya pendaftaran lewat online sangat menyulitkan, terutama bagi orangtua yang kurang memahami teknologi.
"Saya awam teknologi, makannya datang ke sekolah langsung untuk memastikan anaknya sudah masuk apa belum," ujarnya menceritakan proses pendaftaran sekolah sang buah hati.
Ia berharap, agar pendaftaran sekolah sistemnya bisa seperti dahulu lagi yakni dengan cara manual saja.
"Lebih baik secara manual daripada seperti sekarang melalui online. Sebab, tidak semua orang tua mengerti handphone," imbuhnya.
Gubernur Banten Tinjau SPMB
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mewanti-wanti pihak sekolah untuk mentaati aturan dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025-2026 tingkat SMA/SMK/SKh Negeri dan swasta di Provinsi Banten.
Berita Terkait
-
Wisatawan Pantai Sawarna Lebak Dipalak Preman, Polisi Diminta Turun Tangan
-
Tiga Tradisi di Banten Masuk Karisma Event Nusantara 2025, Salah Satunya Seba Baduy
-
5 Kandidat Calon Sekda Banten Diajukan ke Mendagri
-
Gubernur Banten Bakal Panggil Dinkes Soal Peresmian 2 RSUD Habiskan Anggaran Rp1,8 Miliar
-
Covid-19 Varian Omicron JN.1 Meningkat, Andra Soni Minta Masyarakat Lakukan Ini
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia