Hairul Alwan
Jum'at, 06 Juni 2025 | 23:50 WIB
Ilustrasi sabu. Polisi dan TNI AL menggagalkan penyelundupan 70 kg sabu di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan beberapa waktu lalu. [ANTARA]

"Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan sebagai bentuk partisipasi dalam melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba," kata Vicky Fadian meminta masyarakat juga ikut berperan memerangi narkoba dan melapor jika melihat aktifitas yang mencurigakan. 

Bahaya Penggunaan Sabu

Sabu-sabu atau metamfetamin adalah jenis narkotika sintetis yang sangat berbahaya dan bersifat adiktif. Zat ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat, memberikan efek euforia sesaat yang kemudian diikuti dengan berbagai dampak serius bagi kesehatan fisik dan mental.

Penggunaan sabu-sabu dalam jangka pendek dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah tinggi, hilangnya nafsu makan, insomnia, serta perubahan suasana hati yang ekstrem.

Efek ini seringkali membuat penggunanya merasa “kuat” dan terjaga dalam waktu lama. Namun, di balik sensasi itu tersembunyi risiko besar yang mengintai.

Dalam jangka panjang, penggunaan sabu-sabu dapat merusak otak secara permanen. Gangguan kecemasan, depresi berat, paranoia, hingga halusinasi merupakan efek umum yang dialami pecandu.

Tidak sedikit pula pengguna yang mengalami kerusakan organ vital seperti jantung, hati, dan ginjal.

Secara sosial, pecandu sabu cenderung menarik diri dari lingkungan, kehilangan pekerjaan, serta terlibat dalam perilaku kriminal.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahaya sabu-sabu dan menjauhinya. Pencegahan dan rehabilitasi menjadi kunci utama untuk menyelamatkan generasi muda dari jerat narkotika ini. (ANTARA)

Baca Juga: 2 Kurir Sabu Diamankan di Pelabuhan Merak, 28 Paket Disita Polisi

Load More