SuaraBanten.id - Sepasang kekasih berinisial MS (24) dan TD (20) serta satu rekannya berinisial MH (38) diciduk polisi karena kedapatan terlibat dalam peredaran gelap narkoba jenis sabu akibat terhimpit faktor ekonomi.
Keduanya terlibat sebagai kurir sabu yang mengantarkan barang haram tersebut ke pembeli.
Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti seberat 65 gram sabu dan 4 unit handphone saat penangkapan di lingkungan Pakupatan, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Kamis (5/12/2025) lalu.
Kasatnarkoba Polresta Serang Kota, Kompol Yudha Hermawan mengatakan, penangkapan terhadap dua sedjoli tersebut bermula dari tertangkapnya pelaku berinisial MH (38) di sebuah kontrakan di Kota Serang karena menjual narkoba jenis sabu.
Kemudian, lanjut Yudha, dari hasil pengembangan terhadap pelaku MH, pihaknya kembali menangkap dua sedjoli berinisial TD (20) dan MS (24) karena turut serta menjual narkoba jenis sabu.
"Awalnya kami menangkap tersangka pengedar berinisial MH di kontrakannya. Kami lakukan pemeriksaan, kami melanjutkan pengembangan dan kami tangkap seorang perempuan berinisial TD dan kekasihnya MS," kata Yudha kepada awak media, Rabu (11/12/2024).
"Kedua pasangan ini merupakan kurir, biasanya TD dan MS ini menjalin komunikasi lalu menaruh narkoba di suatu tempat," imbuhnya.
Disampaikan Yudha, dua sedjoli itu kerap menggunakan WhatsApp dan Instagram saat berkomunikasi dengan para pembeli. Keduanya mendapat upah sebesar Rp300 ribu per setiap transaksi.
"Jadi tersangkan TD dan MS ini dapat upah Rp300 ribu jika sabu terjual. Kalau tersangka Mh ini mendapat upah berupa menggunakan sabu secara gratis," ujar Yudha.
Kepada polisi, diungkapkan Yudha, kedua sedjoli tersebut nekat menjalankan bisnis haram lantaran terjepit faktor ekonomi. Pasalnya, kedua pelaku itu sampai saat ini tidak memiliki pekerjaan.
Baca Juga: Jelang Arus Mudik Nataru, KSOP Banten Susun SOP Cuaca Buruk
"Dalihnya ekonomi, karena para tersangka ini merupakan pengangguran," katanya.
Saat ini, ketiga pelaku yakni MH, MS dan TD telah mendekam di ruang tahanan Mapolresta Serang Kota guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ketiganya dijerat pasal 113 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
"Untuk ancamannya itu hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, seumur hidup dan hukuman mati," tandas Yudha.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Jelang Arus Mudik Nataru, KSOP Banten Susun SOP Cuaca Buruk
-
Sebrangi Jembatan yang Terendam Banjir, Tiga Bocah SD di Serang Hanyut
-
Akses ke Negeri di Atas Awan Terputus Karena Longsor, PUPR Banten Siapkan Jalan Darurat
-
Ratu Zakiyah-Najib Hamas Jadi Pemenang Pilkada Serang, Zaenudin Minta Semua Pihak Bersatu
-
Status Al Muktabar Sebagai Sekda Banten Dicopot, Ini Alasan di Baliknya
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan
-
Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru
-
Kabur Saat Didatangi Petugas, Sepasang Sejoli Nabrak Polisi di Tol Rangkasbitung Ditangkap
-
Pesta Nelayan Cituis Jadi Ruang Merawat Tradisi dan Kebersamaan Warga Pesisir Tangerang