Scroll untuk membaca artikel
Hairul Alwan
Kamis, 20 Maret 2025 | 22:21 WIB
Tol Serang-Panimbang Seksi 1 siap dioperasikan pada Arus Mudik Lebaran 2025. (ANTARA)

SuaraBanten.id - Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 (Serang-Rangkasbitung) sepanjang 26,5 kilometer (km) bakal digunakan untuk mendukung arus mudik Lebaran 2025.

Informasi Jalan Tol Serang-Panimbang pada arus mudik lebaran 2025 itu diketahui melaui Direktur Utama WIKA Serang-Pandeglang, Agung BW.  Ia mejelaskan progres Tol Serang-Panimbang yang mulai dioperasikan tahun ini.

"Jalan tol ini dirancang untuk mengurangi waktu perjalanan dari Jabodetabek menuju wilayah Banten bagian tengah dan selatan, di mana sebelumnya memerlukan waktu 3 sampai 4 jam, kini dapat ditempuh hanya dalam waktu 1 hingga 2 jam," kata Agung  dikutip dari ANTARA, Kamis (20/3/2025).

Turut disediakan pula beberapa fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat melewati Tol Serang-Panimbang selama Arus Mudik Lebaran 2025.

Baca Juga: Masih Ada 1.538 Tiket Mudik Gratis untuk Warga Tangerang, Ini Cara Daftarnya!

Beberapa fasilitas tersebut  yakni, empat unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di lokasi strategis, dan sebuah unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) portabel.

Selain itu, turut disediakan juga layanan operasional dan transaksi yang siap melayani 24 jam, serta sepuluh unit kendaraan operasional seperti unit keselamatan (unit rescue), ambulans, derek, patroli dan Patroli Jalan Raya atau PJR.

Kemudian, setiap gerbang tol (Gerbang Tol Cikeusal, Gerbang Tol Tunjung Teja dan Gerbang Tol Rangkasbitung) juga dilengkapi dengan dua mobile reader untuk layanan transaksi.

Turut disiapkan juga tiga posko di Exit Tol Rangkasbitung, yaitu posko keamanan bekerja sama dengan TNI, posko keselamatan bekerja sama dengan Polri, dan posko kesehatan bekerja sama dengan PMI.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang terdiri atas tiga seksi yang saling terintegrasi. Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,5 km telah beroperasi sejak Desember 2021.

Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Tol Serang-Panimbang, Minta Segera Selesaikan Proyek

Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles yang memiliki panjang 24,1 km saat ini sedang dalam tahap konstruksi dan direncanakan mulai beroperasi pada Oktober 2025.

Sementara itu, Seksi 3 Cileles-Panimbang sepanjang 33 km terbagi menjadi dua sub-seksi: Seksi 3A Cileles-Bojong yang sepanjang 17,46 km dan Seksi 3B Bojong-Panimbang sepanjang 15,54 km.

Keduanya ditargetkan dapat beroperasi pada September 2025 dan April 2026 sehingga diperkirakan tol ini dapat terhubung 100 persen pada kuartal II 2026.

Sebagaimana diketahui, dalam jangka panjang pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang diperkirakan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan biaya logistik di Indonesia.

Berdasarkan studi kelayakan ekonomi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR pada tahun 2016, Jalan Tol Serang Panimbang diproyeksikan dapat menurunkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) hingga 30 persen dan memangkas waktu tempuh transportasi barang hingga 50 persen.

Dengan demikian, pengiriman barang dari Jabodetabek ke Banten bagian tengah-selatan akan menjadi lebih efisien, baik dari segi waktu maupun biaya.

“Kami berkomitmen untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas tol yang kami operasikan, sehingga perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung dengan aman, lancar dan menyenangkan,” ujarnya.

Diketahui, jalan tol Serang-Panimbang yang menghubungkan Serang dengan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung, dan Taman Nasional Ujung Kulon.

Jalan tol Serang-Panimbang melewati Kota Serang, Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang dengan melewati 14 kecamatan dan 48 desa/kelurahan.

Tol Serang-Panimbang juga menjadi menjadi Proyek Stretegis Nasional (PSN) sejak era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini tol tersebut masih dalam tahap pembangunan hingga tiga ruas jalan lainnya rampung dan bisa digunakan.

Selain itu juga untuk mendukung akses pengiriman logistik/barang dari kawasan industri di sekitar Pandeglang dan Lebak, Banten hingga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Merak, Banten. (ANTARA)

Load More