SuaraBanten.id - Kasus tewasnya satu keluarga di Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan akhirnya menemui titik terang. Sang suami, AF (31) tega bunuh istri YL (28) dan anaknya AH (8) karena terjerat masalah pinjaman online atau pinjol dan judi online (Judol).
Fakta mengenai penyebab satu keluarga tewas lantaran terjeraat pinjol dan judi online diungkapkan Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Kemas Arifin saat konferensi pers di kantornya, Selasa, 7 Januari 2025.
Kemas mengungkapkan, korban AF terlebih dahulu menghabisi nyawa istri dan anaknya sebelum akhirnya mengakhiri nyawanya dengan gantung diri.
"YL dan AH diduga diduga dijerat terlebih dahulu oleh AF dan kemudian AF gantung diri," kata Kemas di hadapan awak media, Selasa (7/1/2025).
Kemas mengungkapkan, dari hasil digital forensik diketahui bahwa AF sempat mencari tahu cara untuk membunuh dan bunuh diri dengan cepat sehari sebelum penemuan korban tewas.
"Pengguna AF mengunjungi situs website judul penjelasan dokter soal racun yang ditenggak juragan sepatu di Mojokerto. Dua menit kemudian akses cara membunuh dengan mudah," tutur Kemas.
Diketahui, warga Tangsel dihebohkan dengan penemuan satu keluarga tewas di dalam rumah di Jalan Poncol Ciputat Timur, Tangsel pada 15 Desember 2024.
Kemas juga membenarkan, dari hasil digital forensik, AF nekat menghabisi nyawa istri dan anaknya itu lantaran terjerat pinjaman online yang diduga untuk judi online.
Pasalnya, penyidik menemukan aktivitas belasan aplikasi pinjol dan sejumlah aktivitas ke situs judi online.
Baca Juga: Menu Makan Bergizi Gratis di Tangsel, Apa Saja Isinya?
"Hasil lab digital forensik dari 3 hp. Hasilnya, hp milik korban AF ditemukan beberapa bukti akses terhadap aplikasi pinjol, kredit online dan beberapa situs judi online," paparnya.
Kini, kasus satu keluarga tewas di Ciputat Timur Tangsel itu dianggap selesai atau ditutup karena korban dan pelaku meninggal dunia.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Menu Makan Bergizi Gratis di Tangsel, Apa Saja Isinya?
-
Polisi Ungkap Ada Bekas 'Cekikan' Terkait Kasus Satu Keluarga di Tangsel Tewas
-
Heboh! Satu Keluarga di Ciputat Tangsel Ditemukan Tewas Bunuh Diri
-
Kemarau Panjang, Ratusan KK di Tangsel Kesulitan Dapat Air Bersih
-
Akademisi Banten Soal Menko PMK Dukung Mahasiwa Bayar Kuliah Pakai Pinjol: Pak Menko Kebelinger
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD
-
Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas
-
DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi