- Satgas MBG Kota Cilegon mengonfirmasi kasus keracunan makanan di MTs Al-Inayah dan SDN Cikerai akibat paparan bakteri.
- Hasil uji laboratorium BPOM menemukan bakteri staphylococus aureus dan bacillus cereus pada sampel makanan dari pihak penyedia jasa.
- Pihak Dinkes menyatakan keracunan terjadi karena makanan dikonsumsi melebihi batas waktu aman yang ditetapkan yakni pukul 12 siang.
SuaraBanten.id - Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis atau MBG Kota Cilegon mengungkap hasil uji sampel dugaan keracunan di Kota Cilegon. Dari tiga kasus sampel di MTs Al-Inayah dan SDN Cikerai yang sudah diuji dan dinyatakan terpapar bakteri.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari saat Konferensi Pers Satgas MBG di Aula Setda Cilegon, Rabu 7 Mei 2026.
Berdasarkan hasil uji lab, sampel dugaan keracunan makanan di MTs Al Inayah dari SPPG Cibeber Kedaleman 5 ditemukan bakteri staphylococus aureus dan bakteri bacillus cereus.
"Hasil uji lab dari BPOM, pertama, bank sampel (dari SPPG) terdeteksi bakteri staphylococus aureus dan bacillus cereus," kata Ratih di hadapan awak media.
Kemudian, hasil uji sampel repack dan sisa makanan siswa pada kasus tersebut juga ditemukan dua bakteri yang sama yakni ditemukan bakteri staphylococus aureus dan bacillus cereus.
Dalam kesempatan itu, Ratih juga memaparkan hasil uji lab kasus dugaan keracunan MBG di SDN Cikerai 2. Dari dua sampel makanan SPPG Kota Cilegon Kalitimbang yang diuji ditemukan bakteri bacillus cereus.
"Hasilnya, pertama, bank sampel dari SPPG terdeteksi bakteri bacillus cereus, kemudian kedua sampel retain dari SDN Cikerai 2 terdeteksi bakteri bacillus cereus," jelasnya.
Sedangkan, untuk kasus dugaan keracunan di SMP PGRI Citangkil 2 dengan SPPG Citangkil Samang Raya tidak bisa diperiksa BPOM lantaran BPOM kehabisan reagent (senyawa kimia untuk menguji sampel-red).
"Sampel tidak bisa diperiksa di BPOM, karena sudah kehabisan reagent. Kita sudah menyampaikan ke mereka dan memang sudah habis," paparnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
Berdasarkan hasil uji laboratorium dua kasus tersebut tidak lagi dinyatakan dugaan namun benar telah terjadi keracunan dikarenakan bakteri yang ada di makanan.
"Terdeteksi itu, ada bakteri. Sebelumnya kan kita mengatakan dugaan. Ketika ada ini (Hasil Laboratorium BPOM) terdeteksi bakteri," katanya.
Sementara itu, Kabid SDMK dan Farmalkes Dinkes Cilegon, Ratu Robiatul Alawiyah mengungkapkan, terdeteksinya bakteri yang melebih ambang batas karena menu MBG di konsumsi melebihi batas waktunya.
"Yang dua (uji sampel kasus MTs Al Inayah), sudah melebihi batas konsumsi. Semestinya konsumsinya dibawah jam 12, ini di konsumsinya melebih jam 12," jelas perempuan yang kerap di sapa Dr. Elin itu.
Kata dia, pada prinsipnya, dari ketiga kasus itu, perlu ada koordinasi antara SPPG dan pihak sekolah sebagai penerima manfaat. Seperti saat MBG datang di sekolah, harus dicek. Kemudian jika makanan dirasa tidak pantas dimakan, tidak boleh diberikan.
"SPPG harus memberikan informasi kapan batas dimakan. Batas makannya jam 12. Dibawah jam 12, supaya tidak terjadi keracunan makanan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang
-
BPS: 411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur, Kualitas Lapangan Kerja Jadi Sorotan
-
Cari Cuan dari Emas Ilegal, 7 Penambang di Kabupaten Lebak Terancam Denda hingga Rp100 Miliar
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya
-
Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan