- Surakman, seorang ABK kapal Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda sejak 7 September 2026, ditemukan meninggal dunia di Pulau Enggano pada 12 September 2026.
- Identitas jasad Surakman telah dipastikan melalui hasil tes DNA Puslabfor Pusdokkes Polri yang dicocokkan dengan DNA putranya.
- Gubernur Banten Andra Soni mengunjungi keluarga korban dan memastikan pemerintah menanggung seluruh proses pemulangan jenazah dari Bengkulu.
SuaraBanten.id - Kakak perempuan Surakman, Ratna (64), tak kuasa menahan tangis setelah mengetahui adiknya meninggal dunia usai dinyatakan hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, Perairan Selat Sunda, sejak Senin (7/9/2026).
Jasad Surakman, yang merupakan anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1, ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan hasil tes DNA yang dilakukan Puslabfor Pusdokkes Polri, jasad tersebut teridentifikasi sebagai Surakman setelah DNA-nya dinyatakan cocok dengan DNA putranya, Yayat.
Di hadapan Gubernur Banten Andra Soni, Ratna menceritakan kesedihannya karena tidak lagi bisa bertemu dengan sang adik.
Terlebih, menurut Ratna, Surakman merupakan sosok pekerja keras dan dikenal jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya.
"Sedih enggak bisa ketemu lagi. Dia mah dari kecil sudah kerja, orangnya enggak pernah sakit. Kalau sakit juga paling minum obat sekali, sudah gitu saja, sehat lagi. Mungkin enggak pernah dirasa," kata Ratna di kediamannya, Rabu (23/9/2026).
Ratna menuturkan, sebelum bertolak mengantar lima jurnalis untuk meliput Gunung Anak Krakatau, Surakman sempat bercerita bahwa dirinya akan menginap di kawasan Ujung Kulon karena ada tamu yang meminta diantar ke Pulau Peucang.
"Itu sudah ngomong mau nginep, mau nginep. Bilangnya ke Ujung Kulon. Itu sudah diomong-omong saja, biasanya enggak begitu," ujar Ratna kepada Gubernur Banten.
Meski masih berduka, Ratna mengaku telah mengikhlaskan kepergian adiknya. Rencananya, jenazah Surakman akan dimakamkan di TPU Cidemang, Kabupaten Pandeglang, berdampingan dengan makam istrinya yang telah lebih dulu meninggal dunia.
Baca Juga: Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok
"Dulu sudah ngomong pengen (dimakamin) di situ saja (TPU) Cidemang. Sama istrinya juga di situ, nanti dekat-dekatan," tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kedatangannya ke kediaman Surakman bertujuan menyampaikan secara langsung hasil tes DNA yang dilakukan Puslabfor Biddokkes Polri kepada keluarga besar almarhum.
Selain itu, Andra memastikan seluruh proses pemulangan jenazah Surakman dari Bengkulu menuju kediamannya di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, akan ditanggung pemerintah.
"Kami menyampaikan informasi langsung kepada keluarga besar almarhum Pak Surakman, salah satu korban atau warga kita yang sempat hilang kontak sejak tanggal 7 September 2026. Insyaallah besok jenazah bakal dijemput sama Pak Kapolres juga di bandara (Soetta), dan kemudian akan dimakamkan di pemakaman warga," ujar Andra.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok
-
Identitas ABK Terungkap Lewat Uji DNA, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Pencarian 5 Jurnalis
-
Jejak Terakhir KM Arupadatu I, DNA Terdampar di Enggano Teridentifikasi sebagai Sukarman
-
Listrik 24 Jam Segera Hadir di Pulau Tunda Serang
-
Banten Jadi Tuan Rumah Latihan Militer 19 Negara
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya
-
Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan