SuaraBanten.id - Untuk mencegah kemacetan, Pemkab lebak meminta pembangunan flyover di Jalan Arteri yang menjadi perlintasan kereta api.
Usulan tersebut dilakukan seiring seringnya terjadi kemacetan dan penambahan volume kendaraan di Lebak.
Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Lebak bahkan sudah menyampaikan usulan tersebut ke Pemprov Banten pada 2020.
“Jumlah fly over yang diusulkan dibangun di dua perlintasan kereta api. Yaitu di jalan Ir Juanda dan jalan Citeras–Tigaraksa,” Kepala Bidang P2PD (Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah) Bapelitbangda Lebak Widy Ferdian kepada BantenHits, Rabu (14/4/2021)
Kata Widy, perlintasan kereta di ruas jalan Juanda, lokasi tepatnya berada di Kampung Leuwiranji, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Sedangkan perlintasan di jalan Citeras – Tigaraksa tepatnya berada di Kampung Nongkob, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung atau dekat dengan gerbang masuk perumahan Citra Maja Raya.
“Dua perlintasan itu berada di jalan arteri yang harus segera dibangunkan Fly Over untuk mencegah terjadinya kemacetan. Seiring dengan semakin meningkatkan volume kendaraan melintasi jalan tersebut,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Fly Over menjadi sangat dibutuhkan seiring dengan bertambah padatnya jadwal perjalanan KRL karena sudah selesainya pembangunan jalur rel ganda Rangkasbitung – Tanah Abang. Pada saat ini perjalanan KRL melintas di perlintasan setiap 30 menit sekali.
Semakin cepatnya waktu KRL melintas maka sangat berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas di jalan arteri.
Bisa menyebabkan terjadinya kemacetan atau keterlambatan laju kendaraan karena singkatnya buka tutup pintu perlintasan kereta api.
“Oleh karena itu perlu dipersiapkan infrastrukturnya. Dan kita sudah mengusulkan pembangunan Fly Over kepada Pemprov Banten,” katanya seperti dikutip dari BantenHits.com-Jaringan SuaraBanten.id.
Selain itu, pembangunan Fly Over di jalan Citeras – Tigaraksa ini sebagai persiapan menyambut pembangunan ruas jalan Tol Serpong – Balaraja yang berbatasan dengan Kecamatan Maja.
Jika jalan tol tersebut dioperasikan maka akan terjadi peningkatan volume kendaraan di jalan Arteri Citeras – Tigarkasa
“Mereka akan memilih melewati jalur arteri yang ada akses jalan tol nya. Maka dari itu kita tidak usulkan bangun Fly Over di jalan Citeras – Cikande,” katanya.
“Sampai saat ini usulan itu belum ada tindaklanjutnya dari Pemprov,”tambahnya.
Berita Terkait
-
Gempa Guncang Bayah Lebak Banten, Terasa Hingga Cianjur
-
Sidak Pasar Rangkas Bitung, Petugas Temui Hati Kerbau Tak Layak Konsumsi
-
Walhi: Penting Menjaga Lebak Rawang untuk Kedaulatan Pangan
-
36 Tahun Ujang Rahmat Menjaga Perlintasan Kereta Api Liar di Bandung Barat
-
Parah! Petani Maja Lebak Ditipu Calo PNS Rp321 Juta
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan
-
Viral Kapal Tongkang Buang Material di Bojonegara, DKP Banten Curiga Itu Limbah Industri
-
Berawal dari Niat Jahat Sopir dan Kernet, Bisnis Gelap Rokok Polos di Banten Berakhir di Jeruji Besi
-
Minimalisir Terpapar Pinjol, Puluhan Mahasiswa Diedukasi Literasi Keuangan
-
Komisi III Sorot Kelebihan Bayar Rp1,5 Miliar pada Proyek RSUD Cilegon: Harus Ada Pertanggungjawaban