SuaraBanten.id - Puluhan orang sibuk membersihkan patung dewa-dewi di Vihara Kwan Ing Thang, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan pada Sabtu (6/2/2021) sore.
Kurang dari sepekan perayaan Tahun Baru Imlek 2572 pada Jumat (12/2/2021), puluhan orang datang untuk turut kerja bakti membersihkan patung Buddha. Namun, ditengah-tengah warga Khonghucu yang kerja bakti, ada satu muslim yang turut serta bersih-bersih.
Ia adalah Yuneles Tupan. Pria kelahiran Ambon itu mengaku, sudah 10 tahun ikut bantu-bantu membersihkan vihara terbesar di Kota Tangerang Selatan tersebut.
Kepada Suara.com, Tupan bercerita, dia mulai terlibat dalam aktivitas sosial umat beragama lain itu sejak tahun 1995. Tidak hanya hari ini, ia juga banyak membantu berbagai kegiatan dan perayaan hari besar agama lain, baik Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan lainnya.
Sedangkan di Vihara Kwan Ing Thang itu, dia mengaku, sudah mulai ikut serta membantu perayaan di vihara tersebut sudah puluhan tahun.
"Udah 10 tahun. Saya muslim, ibu dan bapak saya juga muslim. Tak ada alasan khusus, karena siapapun wajib kita bantu. Saya ikuti hati nurani saja," kata Tupan, Sabtu (6/2/2021).
Pria 50 tahun itu menuturkan, keterlibatan dirinya dalam berbagai aktivitas hari besar berbagai agama selain Islam itu sebagai bentuk untuk menumbuhkan citra Islam yang baik.
"Kalau kita bicara saja, sibuk koar-koar kapan citra Islamnya baik kan? Lebih baik saya implementasi, menunjukkan bahwa Islam itu baik dan bisa berdampingan dengan semua orang meski beda agama," tuturnya.
"Hargailah umat agama lain, kita kan punya ibadah Islam sudah sangat baik, cuman bagaimana cara mengimplementasikannya. Ke siapapun wajib ko," sambungnya.
Baca Juga: Imbas Covid-19, Permintaan Lampion Imlek Menurun
Tupan merupakan ketua RW di salah satu kelurahan di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Dia sudah menjabat ketua RW selama 23 tahun.
Dirinya memiliki pengalaman yang menjadi titik balik dan alasannya semakin mantap menjadi relawan di sejumlah tempat agama lain terutama saat hari-hari besar.
Itu dia alami pada 2001, saat itu dia mengalami sakit tipus dan tak ada keluarga yang membantu.
"Waktu itu saya masuk ke rumah sakit yang bawa saya teman-teman ini dari yang beragama Kristen Katolik, Protestan, Buddha dan lainnya. Sementara saat saat itu istri saya sedang tidak ada. Di situ saya memaknai bahwa, kehidupan indah kalau punya banyak teman. Di rumah enggak ada orang, mereka yang bopong saya semua," paparnya.
Dengan menjadi relawan di vihara dan tempat ibadah lainnya, Tupan ingin membagikan makna bagi masyarakat bahwa, suatu perbuatan baik itu tidak ada yang sia-sia.
"Indah bener. Dari mereka belum punya anak, sampai sekarang masih berteman. Saya merasakan hasil dari perbuatan saya selama ini bersama teman-teman. Allah memberikan hadiah kepada saya berupa beasiswa pendidikan anak saya sampai tamat. Perbuatan baik itu tidak balas sama orang yang sama. Saya ingin bersatu, dengan siapa pun berbuat baik," katanya sambil tersenyum mengingat kebaikan yang dirasakan.
Berita Terkait
-
Polisi Tangkap Jaringan Besar Curanmor Banten, Penjualan ke Luar Pulau Jawa
-
BMKG Peringatkan Banten Siaga Banjir Pada 8-9 Februari
-
Ratusan Rumah Kebanjiran di Taman Sari karena Sungai Madaksa Meluap
-
Provinsi Banten Segera Berlakukan E-TLE, Simak Masa Mulai Berlakunya
-
Sebentar Lagi Berlaku e-Tilang, Warga Banten Diharapkan Begini
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti
-
#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri
-
Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang
-
Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget