SuaraBanten.id - Seorang wanita muda di Pandeglang berinisial RH (24) ditangkap polisi karena diduga membuang bayinya sendiri ke sebuah kolam di kampung Rancaseneng, Desa Ranca Seneng, Kecamatan Cikeusik.
Kasus ini terungkap bermula dari penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki dalam plastik pada Rabu (23/12/2020) oleh sang suami sah yang tengah mencari kayu untuk membuat jemuran dibelakang rumahnya.
Saksi lantas curiga saat melihat bungkusan plastik dua rangkap lapisan warna merah dan lapisan dalam warna hitam. Saat dibuka, ia melihat jasad bayi ditemukan masih lengkap dengan tali ari-arinya.
Polisi menduga, pelaku sengaja membuat bayi tersebut lantaran malu ke tetangga dan takut diketahui suaminya lantaran bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap antara ia dan pacarnya sebelum menikah dengan suaminya yang baru ia nikahi selama 5 bulan belakangan.
"Sebelum nikah sama suaminya yang sekarang. Dia punya pacar itu yang menghamilinya,"kata Kapolsek Cikeusik Iptu Cecep Sudrajat, kepada Suarabanten.id.
Cecep menjelaskan kronologi bermula dari adanya informasi dari seroang teman pelaku yang mengetahui kehamilan pelaku.
"Kita punya jaringan dan informasi dari temannya pelaku pernah curhat jika dia hamil," katanya.
Beberapa bulan kemudian, teman yang juga saksi tersebut menanyakan ihwal kandungannya. Pelaku saat itu menyampaikan bahwa bayi dalam kandungannya telah lahir dan diadopsi oleh seseorang.
"Berselang beberapa bulan ditanya (sama temannya soal kandungannya) katanya udah lahir bayi nya laki-laki. Cuman di adopsi sama orang lain," ungkapnya.
Baca Juga: 2 Tahun Korban Tsunami Banten Masih Tinggal di Huntara, Ini Kata Pemerintah
Sementara, berdasarkan pengakuan pelaku, ia melahirkan pada hari Jumat (18/12/2020) sekitar pukul 5 sore di kamar mandi, saat itu bayinya dalam kondisi hidup.
Lantaran takut diketahui suaminya dan malu ke tetangga, pelaku langsung memasukkan bayi tersebut ke dalam plastik dan langsung di buang ke kolam berada di belakang rumah. Diketahui pelaku tinggal di rumah mertuanya.
"Karena takut ketahuan sama suaminya malu sama tetangga karena baru lima bulan nikah udah melahirkan. Makanya begitu melahirkan langsung di masukan ke kresek itu masih hidup. Langsung (dibuang) karena samping rumahnya ada kolam. Dia buang ke kolam," bebernya.
Tiga hari kemudian, tepatnya hari Rabu (23/12), mayat bayi tersebut ditemukan pertama oleh seorang yang tak lain suaminya sendiri yang tengah mencari kayu.
Melihat plastik di kolam, suaminya tak berani membukanya dan memanggil ibunya. Setelah dibuka, keduanya terkejut karena didalam plastik itu adalah mayat bayi.
"Ditemukan sama suaminya, lihat kresek itu d kait (tarik red) sama dia, belum dibuka sama dia, langsung ngasih tahu ke orang tuanya, karena tinggal di ibu laki-lakinya. Pas dibuka ternyata bayi,"jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang