SuaraBanten.id - Jajaran Polresta Tangerang, Banten menangkap dua pelaku perampokan sopir taksi online di Jalan Raya Kampung Kongsi Baru, Desa Mekarsari Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, penyebab kedua pelaku yakni MT (32) dan AS (32) melakukan pencurian dengan kekerasan itu adalah masalah utang.
Berdasarkan pengakuan MT, ia terjerat utang sebesar Rp 7 juta kepada kawannya.
“Karena terus-menerus ditagih, tersangka MT kemudian memiliki niat mencuri kendaraan. Tersangka MT kemudian mengajak tersangka AS untuk melakukan aksi kejahatan itu,” ujar Ade saat jumpa pers di Mapolresta Tangerang, sebagaimana dilansir Bantennews.co.id (jaringan Suara.com), Rabu (19/8/2020).
Ade memaparkan, jika kedua tersangka sepakat untuk merampok sopir taksi online. Keduanya menggunakan modus minta tolong kepada orang untuk memesankan taksi online.
Mereka memulai aksinya di wilayah Kecamatan Poris, Kota Tangerang.
“Jadi agar tidak terlacak, keduanya pura-pura minta tolong ke orang yang ditemui untuk dipesankan taksi online,” terangnya.
Di Poris, kedua tersangka akhirnya dibantu seorang perempuan memesan taksi online.
Kedua tersangka pun kemudian berpura-pura menjadi penumpang dan meminta diantarkan ke suatu tempat.
Baca Juga: Rampok dan Perkosa Korban saat Sedang Tidur, Raffi: Awalnya Cuma Iseng
“Namun mereka kemudian mengurungkan niat karena badan sopir taksi online kekar dan lebih besar. Mereka turun di wilayah Pasar Anyar,” katanya.
Tak mau menyerah, akhirnya, mereka bertemu dengan seorang sopir taksi online yang sedang beristirahat tidak jauh dari Pasar Anyar.
Kedua tersangka kemudian meminta diantarkan ke wilayah Rajeg dengan kesepakatan ongkos Rp 80 ribu.
“Saat melintas di TKP, tersangka AS yang duduk di belakang sopir langsung mencekik sopir hingga sopir nyaris pingsan,” kata Ade.
Saat korban lemas, tersangka MT mengambil alih kemudi. Tidak jauh dari lokasi kejadian, kedua tersangka menurunkan korban lalu pergi membawa mobil dan ponsel korban.
Atas kejadian itu, korban langsung melapor ke Polsek Rajeg.
Berita Terkait
-
Nekat Operasi Saat PSBB, Karaoke Venesia di BSD Tangsel Digerebek Polisi
-
Warkop Ini Kasih Wifi Gratis untuk Belajar Online
-
Sudah Dirantai, Maling Pecahkan Kaca Kotak Amal Musala di Tangerang
-
Dalam Keadaan Dirantai, Maling Nekat Gasak Kotak Amal di Musala Tangerang
-
Ya Ampun! Kotak Amal Musala di Tangerang Ini Sudah 5 Kali Dibobol Maling
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi