- Jurnalis Parlemen Cilegon menyelenggarakan program Jurnalis Mengajar bagi puluhan siswa SMKN 1 Cilegon pada Minggu, 7 Juni 2026.
- Kegiatan ini bertujuan membekali siswa keterampilan jurnalistik serta strategi efektif melawan penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial.
- Program tersebut memberikan tambahan materi pembuatan konten media sosial untuk meningkatkan soft skill siswa agar siap memasuki dunia kerja.
SuaraBanten.id - Puluhan Siswa SMKN 1 Cilegon diminta untuk melawan hoax dan disinformasi yang kerap beredar melalui media sosial. Hal tersebut diungkapkan Ketua Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC) saat pelaksanaan Jurnalis Mengajar di sekolah tersebut.
Diketahui, pelaksanaan Jurnalis Mengajar sudah 5 tahun terakhir digelar awak media yang tergabung dalam Jurnalis Perlemen Cilegon. Mengusung tema ‘Lawan Hoaks dan Disinformasi Lewat Jurnalistik’, para siswa dibekali dasar jurnalistik tulis, foto dan konten media sosial.
Ketua JPC, Hairul Alwan mengatakan, kegiatan Jurnalis Mengajar digelar satu hingga dua kali dalam satu tahun. Kali ini, pelaksanaan dilakukan di SMKN 1 Cilegon.
"Kegiatan ini sudah berlangsung lima tahun terakhir. Kami memberikan pengajaran jurnalistik kepada para siswa SMA hingga mahasiswa. Sejauh ini sudah enam kali," kata jurnalis Suara.com itu, Minggu 7 Juni 2026.
Alwan mengungkapkan, pemberian materi seada kesempatan ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini terdapat penambahan materi yakni pengajaran pembuatan konten media sosial.
"Dalam setiap moment kita mengajarkan jurnalisik foto, video dan tulis. Untuk kali ini berbeda, ada pengajaran pembuatan konten media sosial. Kami mengajarkan pembuatan conten dan dari situ ada peluang kerja yang bisa dimanfaatkan buat adik-adik kita," ungkapnya.
Alwan juga menyebut kegiatan tersebut juga dijadikan momen untuk memerangi hoax dan disinformasi yang kerap beredar melalui media sosial. Kata dia, generasi muda harus selektif menyebarkan informasi yang beredar.
"Jika menemukan informasi dari media sosial. Jangan langsung buru-buru menyebarkannya, pastikan dulu kabar tersebut benar," imbaunya.
Ia berharap, transfer pengetahuan jurnalistik ini dapat memberi manfaat dan menambah keterampilan non teknis atau soft skill untuk para siswa.
Baca Juga: Pj Sekda Cilegon: Jadikan Pancasila Fondasi Persatuan dan Perdamaian
"Harapannya para siswa bisa memanfaatkan sharing khnowledge yang kita berikan kepada mereka. Ini bisa menjadi bekal atau soft skill setelah lulus sekolah," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Cilegon, Agus Zulkarnain mengapresiasi kegiatan yang dilakukan JPC dalam membagi pengetahuan dan pengalaman dunia jurnalistik kepada siswa.
Kata Agus, di era serba digital saat ini, informasi begitu cepat diakses. Namun tidak semua yang beredar belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Dengan tema yang diangkat JPC kali ini dengan melawan hoaks, dapat memberikan wawasan kepada siswa menyaring informasi berita yang benar.
"Melalui kegiatan jurnalis mengajar, siswa mendapat pemahaman mengenai jurnalistik. Etik bermedia, petingnya literasi digital serta bagaimana membangun pola pikir yang kritis dan obyektif dalam menerima informasi," katanya di hadapan puluhan siswa.
Agus berharap, kegiatan tersebut dapat menginspirasi siswa berani menyampaikan gagasan, meningkatkan komunikasi, semangat belajar dan berkarya.
"Siapa tahu di SMKN 1 melahirkan jurnalis profesional, mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, daerah dan Kota Cilegon," paparnya.
Berita Terkait
-
Pj Sekda Cilegon: Jadikan Pancasila Fondasi Persatuan dan Perdamaian
-
PAN Cilegon Siapkan Strategi Menang Pemilu 2029, Fokus Konsolidasi hingga Pendataan Relawan
-
Wali Kota Cilegon: Idul Adha 1447 H Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
-
Sapi Kurban Presiden RI Berbobot 1,1 Ton Disalurkan untuk Warga Cilegon
-
Pertahankan Opini WTP, Pemkot Cilegon Catat Peningkatan Tata Kelola Keuangan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel