SuaraBanten.id - Jajaran Polres Tangerang Selatan, Banten, merilis kasus komplotan polisi gadungan yang diketahui memeras warga hingga mengancam menembak kaki korban.
Dikutip dari Banten News—jaringan Suara.com—Kamis (28/5/2020), komplotan polisi gadungan yang berjumlah lima orang itu ditangkap di Graha Raya Bintaro, Tangsel.
Penangkapan berawal saat Unit Reskrim Polisi Pondok Aren melakukan patroli pada malam takbiran, Sabtu (23/5/2020) sekitar pukul 03.00 WIB.
Lalu ada laporan masyarakat terkait beberapa polisi dengan menggunakan mobil menyerupai mobil polisi dengan plat nomor di belakangnya 01, yang memberhentikan warga.
Berbekal informasi itu Kapolsek Pondok Aren bersama kanit Reskrim mencari mobil yang dimaksud.
Mobil komplotan polisi gadungan itu ditemukan di Graha Raya sedang terparkir. Petugas kemudian menghampiri dan melakukan pemeriksaan.
Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan menjelaskan kelima polisi gadungan itu masing-masing atas nama Doy, Ori, Azel, Bryan, dan Jos.
Diketahui mereka ternyata sudah berulangkali memeras warga. Dua di wilayah Tangerang, dan tiga kali beroperasi di Jakarta Selatan.
"Ini sindikat polisi gadungan, mereka terorganisir dalam bentuk kelompok. Pembagian tugasnya jelas, mereka juga telah melakukan ini di beberapa tempat dan berulang dengan modus yang sama yaitu pemerasan terhadap masyarakat," ungkap Iman dalam keterangan pers di Makopolres Tangsel, Serpong, Rabu (27/5/2020).
Baca Juga: Dipolisikan, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Berdamai dengan Istri Kedua
Dengan dalih sebagai petugas kepolisian, kata Iman, mereka mencari sasaran, mendapatkan sasaran, melakukan pemeriksaan sebagaimana seorang anggota polisi kemudian mengamankan masyarakat, melakukan pengancaman hendak menembak kaki warga, dan memeras warga.
"Mereka bukan anggota Polri. Sarana prasarana yang digunakan baik kendaraan, senjata api, peralatan yang digunakan memeras, bukan merupakan milik dinas atau milik dari Polres Tangsel," terang Iman.
Iman menuturkan, saat hendak dilakukan penangkapan, kelima polisi gadungan melakukan perlawanan dengan mengaku anggota kepolisian.
Bahkan salah satu tersangka mengaku lulusan Akpol dan mengancam petugas dengan menggunakan senjata air soft gun.
"Melihat perilaku dan sikap mereka dan atribut yang digunakan tidak sesuai, kemudian langsung dilakukan penangkapan dan diperiksa. Ternyata kelima pemuda itu bukan anggota Polri. Karena tak dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota. Kemudian senjata api mereka ternyata itu air soft gun," paparnya.
Dalam melancarkan aksinya, kelima polisi gadungan itu menggunakan metode random. Dengan berputar menyalakan rotator, menggunakan kendaraan mirip polisi.
Berita Terkait
-
Tersandung Kasus Narkoba, Ammar Zoni Ingin Bunuh Diri
-
Tanpa Pengacara, Lucinta Luna Bingung dan Terima Saja Dakwaan Jaksa
-
Jaksa Ungkap Alasan Lucinta Luna Buang Ekstasi ke Tempat Sampah
-
5 Polisi Gadungan di Tangsel Dibekuk Usai Berkali-kali Memeras Warga
-
Kasus Psikotropika, Lucinta Luna Diadili Hari Ini
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu