SuaraBanten.id - Desakan warga Banten untuk memberlakukan lockdown di wilayah provinsi paling barat Pulau Jawa tersebut terus disuarakan kepada Gubernur Wahidin Halim.
Namun, hingga saat ini orang nomor satu di Banten tersebut mengaku masih membahasnya bersama pimpinan wilayah setempat, karena keputusan tersebut cukup sulit diterapkan.
“Pemerintah Provinsi Banten sedang membahas masalah lockdown yang bertujuan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan Virus Corona (Covid 19). Gubernur membahas masalah lockdown bersama Kapolda Banten dan Danrem 064 Maulana Yusuf,” katanya seperti dilansir Bantennews.co.id-jaringan Suara.com pada Selasa (31/3/2020).
Wahidin menyatakan, lockdown tidak sesederhana yang dibayangkan, karena tidak hanya sekadar menutup pintu pun menolak orang yang datang dari luar. Kendala tersebut, dijelaskan Wahidin, karena Provinsi Banten sudah terintegrasi dengan Jakarta.
“Jadi, Banten-Jakarta itu daerah yang sudah menjadi kawasan yang terintegrasi. Sehingga kita susah untuk memantau pergerakan. Termasuk kulturnya, tradisinya dan kebiasaannya. Kami sedang cari formulasi. Format bagaimana berhadapan dengan tuntutan dan permintaan masyarakat."
Lantaran itu, Wahidin mengaku mesti hati-hati dengan menimbang aspek sosial, politik dan ekonomi. Tentunya jangan sampai menambah pengangguran baru. Kalau mereka menganggur, apa yang mau mereka makan.
“Tiap hari, bayangkan! Orang-orang dari Tangerang, Cilegon dan wilayah Banten lainnya sehari-hari berbondong-bondong dengan mobilitas tinggi ke Jakarta,” ujarnya.
Wahidin melanjutkan, saat ini Pemprov Banten menunggu DKI Jakarta memberlakukan lockdown, menutup pintu bagi warga Banten. Meski begitu, Pemprov Banten juga harus menyiapkan diri secara ekonomi supaya tidak punya ketergantungan. Karena dari segi pekerjaan, ketergantungan Banten kepada Jakarta tinggi.
“Posisi Banten juga sama dengan Jawa Tengah. Soal pulang mudik, setiap hari orang Banten pulang mudik. Tidak hanya dari transportasi bus dan kereta api, mereka juga menggunakan motor, lewat jalan-jalan dan gang kecil. Ini tidak bisa dibendung,” jelasnya.
Baca Juga: Bantu Cegah Wabah Covid, Fraksi PKS Banten Rela Gajinya Dipotong 75 Persen
Wahidin juga mengungkapkan, banyaknya ODP di Banten karena banyak orang Jakarta atau orang Banten yang tinggal di Jakarta pulang kembali ke Banten.
“Demikian juga dari data pasien positif yang saya temukan juga kalau berobat ke Jakarta. Begitu juga sebaliknya, Mungkin penuh, mereka bergeser ke rumah sakit-rumah sakit di Tangerang atau yang ada di Banten."
Berita Terkait
-
Gubernur se-Jawa Kompak Larang Mudik saat Wabah Corona, Minus Banten
-
Ratusan Medis Pasien Corona Dikarantina di Gedung Bekas Gubernuran Banten
-
Pemprov Bantah Pasien Virus Corona di RSUD Banten Tak Terurus dan Terlantar
-
Gaji Naik Rp 5 Juta, 60 Petugas RSUD Banten Pilih Resign Takut Kena Corona
-
Cerita Perawat Pasien Virus Corona di Banten Susah Cari Kost
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Manfaatkan Situasi Toko Tutup, Kepala Minimarket di Cikande Coba Perkosa Kasir di Gudang
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan