SuaraBanten.id - Kapolda Banten Irjen Agung Sabar Santoso berjanji menindak pemodal dan individu atau kelompok yang backing aktivitas penambangan liar serta pembalakan hutan di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
"Siapapun yang terbukti (dalam) fakta hukum melakukan illegal mining, melakukan, memasuki taman nasional tanpa hak, tanpa ijin, ya kita proses," katanya di Kota Serang, Banten pada Senin (13/01/2020).
Untuk diketahui, tim gabungan dari Mabes Polri, Polda Banten beserta TNI pada Sabtu (11/1/2020) lalu telah melakukan razia pertambangan emas ilegal di kawasan TNGHS. Dalam razia tersebut, petugas memasang garis polisi di lubang tambang serta mesin pengolahan emas.
"Sudah kita police line yang akan kita tindak lanjuti. Kita juga sudah koordinasi dengan lintas sektoral bagaimana ke depannya."
Namun saat dirazia dan dipasangi garis polisi, tidak ditemukan aktivitas pertambangan.
"Kemarin kita melaksanakan patroli sebagaimana perintah presiden. Apakah masih ada penambang liar? Di sana memang sudah tidak ada penambangan rakyat," katanya.
Pengurus TNGHS seksi Kabupaten Lebak, Siswoyo mengemukakan pada tahun 2018, ada 121 lubang tambang emas ilegal di Resor Cisoka, 107 di Resor Panggarangan, 70 di Resor Cibedug dan 16 di Gunung Bedil.
Kemudian pada tahun 2019, lubang tambang emas yang beroperasi untuk Resor Cibedug 70, Cisoka 78, Panggarangan 40 dan Gunung Bedil 7. Luasan pertambangan mencapai 161 hektare. Sedangkan, luasan terbuka kawasan TNGHS dari Cibuluh sampai dengan Muhara mencapai 4.044,86 hektare.
Sementara menurut data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Banten, tercatat lebih dari 100 lubang tambang emas di kawasan taman nasional tersebut.
Baca Juga: Edan! Harga BBM di Lebak Banten Rp 16.500 Per Liter
Kepala Dinas ESDM Banten Eko Palmadi mengemukakan tidak hanya aktifitas pertambangan liar yang ada, namun juga ilegal loging. Eko mengaku kesulitan untuk menertibkan para penambang liar.
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
-
Bupati Iti Jayabaya Target 3 Bulan Bangun Jembatan Rusak di Lebak
-
Miris! Semua Pelajar di Desa Lebak Ini Tak Bisa sekolah karena Terisolir
-
Warga Lebak Diminta Waspada Banjir dan Longsor Susulan Pekan Ini
-
Usai Banjir Bandang dan Longsor, Swasembada Pangan di Lebak Terancam Gagal
-
Sejumlah Lubang Tambang Emas Ilegal di Lebak Dipasangi Garis Polisi
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
Terkini
-
Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat
-
Pakai Minibus Modifikasi, Aksi Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Terbongkar
-
Liburan Akhir Tahun Makin Dekat, Yuk Siapkan Semua Kebutuhannya!
-
Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini
-
Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru