- Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, menyatakan angka pengangguran di Kabupaten Serang masih tinggi meski trennya sempat menurun.
- Pemerintah daerah mengoptimalkan pemanfaatan enam ribu hektare lahan hutan sosial guna menciptakan lapangan kerja baru bagi para petani.
- Pemkab Serang memperkuat program pelatihan vokasi dan keselarasan industri agar tenaga kerja memenuhi kualifikasi pasar domestik maupun internasional.
Selain sektor pertanian, Pemkab Serang memperluas pelatihan kerja melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP). Program yang sudah berjalan antara lain pelatihan satpam dan manajemen koperasi.
Najib juga menyoroti rendahnya kesesuaian antara pencari kerja dan kebutuhan industri. Dalam Naker Fest terakhir, dari sekitar 2.000 pelamar, hanya separuh yang memenuhi kualifikasi.
“Link and match harus diperkuat. Lulusan harus sesuai kebutuhan industri,” tegasnya.
Pemkab juga membuka peluang kerja ke luar negeri, khususnya Jepang, melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) dan BBPVP.
Baca Juga:BPS: 411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur, Kualitas Lapangan Kerja Jadi Sorotan
“Tiga jalur ini hutan sosial, industri, dan luar negeri, kita dorong bersamaan agar pengangguran bisa turun bertahap,” pungkasnya.