- Puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 H gelombang kedua diprediksi terjadi pada Sabtu-Minggu, 28-29 Maret 2026.
- PT ASDP memprediksi puncak arus balik mencapai 27.000 kendaraan menyeberang dari Bakauheni ke Jawa.
- ASDP menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat pelayanan penyeberangan kapal.
SuaraBanten.id - Puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah gelombang kedua diprediksi akan terjadi pada Sabtu-Minggu, 28-29 Maret 2026.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan pemudik yang akan menyeberang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, di Bakauheni pada Sabtu, mengatakan bahwa pihaknya telah memprediksi jumlah kendaraan pemudik pada saat puncak arus balik libur Lebaran 2026 akan mencapai 27 ribu unit.
"Prediksi kami pada malam ini jumlah kendaraan yang menyeberang menuju pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 25.000 hingga 27 ribu kendaraan,” kata Heru Widodo, dilansir dari Antara.
Baca Juga:Cerita Lengkap Detik-detik Seekor Rusa Tewas Tertabrak di KM 88 Tol Serang-Panimbang
Ia menjelaskan, dengan masih tersisa sekitar 30 persen pengguna jasa yang belum kembali, potensi lonjakan dalam waktu berdekatan menjadi perhatian utama.
“Saya sampaikan ini jumlah reservasi penumpang dari pukul 00.00 WIB sampai dengan 15.30 WIB pada hari ini sudah mencapai 18 ribu kendaraan, saya meyakini bahwa karakteristik penumpang yang melakukan perjalanan malam hari masih tinggi,” katanya.
Menurutnya, untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP memperkuat pola operasi yang adaptif, termasuk penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal saat kepadatan meningkat.
“Kalau malam hari ini terjadi puncaknya, kami akan memberlakukan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB), kapal yang mengangkut penumpang dari Bakauheni setibanya di Merak mereka bongkar langsung kembali lagi ke Bakauheni,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pengendalian arus kendaraan juga diperkuat melalui sistem delaying dan pengalihan arus di sejumlah buffer zone strategis.
Baca Juga:Waspada Wisata Pantai! Bocah di Serang Tersengat Ikan Beracun, Kenali Gejalanya Segera
Maka dari itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat yang akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak Banten untuk memahami kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia.