- Pemerintah Provinsi Banten menyelenggarakan program mudik gratis menggunakan 22 bus pada Rabu (17/3/2026) di Alun-Alun Kota Serang.
- Program ini bertujuan meringankan beban finansial pemudik akibat kenaikan harga tiket transportasi umum menjelang Idul Fitri.
- Sebanyak 990 peserta, termasuk warga Banten dan mahasiswa dari luar kota, memanfaatkan fasilitas gratis ini untuk berkumpul dengan keluarga.
SuaraBanten.id - Ada hal berbeda yang terjadi di Alun-Alun Kota Serang pada Rabu (17/3/2026) kemarin. Di antara hiruk pikuk aktivitas kota, suasana haru dan penuh harap sangat terasa.
Ada sebanyak 22 bus yang siap mengantar pulang menjadi pusat perhatian, dikelilingi oleh koper dan tas-tas besar, serta wajah-wajah yang menyimpan rindu mendalam akan kampung halaman.
Para pemudik yang memadati area tersebut bukan sekadar menunggu keberangkatan. Di setiap tatapan mata dan senyum tipis yang tersungging, terpancar asa untuk akhirnya bisa kembali, berkumpul dengan keluarga tercinta di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Momen pulang kampung ini, yang seringkali menjadi beban finansial di musim Lebaran, kini terasa mungkin berkat adanya program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Baca Juga:Lawan Arus Mudik Modern: Kisah Veri Kayuh Sepeda dari Tangerang ke Palembang
Program mudik gratis ini menjadi jembatan bagi banyak keluarga untuk mewujudkan impian berkumpul di hari kemenangan, meringankan beban biaya transportasi yang kian melonjak.
Di bawah terik matahari atau gerimis tipis, para pemudik ini setia menanti, membawa serta cerita, harapan, dan semangat kebersamaan yang tak tergantikan.
Momen Lebaran 2026 ini menjadi penantian bagi banyak keluarga. Kenaikan harga tiket transportasi umum, terutama saat musim mudik, seringkali menjadi dilema tersendiri.
Tatang Permana (53), warga Cikande, Banten, berdiri tegar di samping anaknya, menggenggam tas sederhana. Bertahun-tahun lamanya, ia selalu mengandalkan angkutan umum untuk pulang kampung. Namun, Lebaran kali ini terasa berbeda.
"Harga tiket sekarang lumayan tinggi. Biasanya kami tetap berangkat, tapi berat juga," katanya, dilansir dari Bantennews -jaringan Suara.com, Kamis (19/3/2026).
Baca Juga:Niat Mudik Malah Tertipu: Kisah Rizal yang Gagal Scan Tiket di Pelabuhan Ciwandan
Tahun ini, secercah harapan datang. Anaknya mendaftarkan mereka ke program mudik gratis Pemprov Banten.
Raut wajah Tatang sedikit mengembang. "Baru pertama kali ikut, dan sangat membantu," ujarnya, menunjukkan betapa berarti bantuan ini bagi keluarganya.
Di bus lain, Khoirunnisa (44) tampak sibuk mengatur posisi duduk dua anaknya. Ia dan suaminya, yang bekerja sebagai buruh pabrik, harus menghitung matang setiap biaya mudik setiap tahun. Tujuan mereka jauh, hingga Padang, Sumatra Barat.
"Kalau naik umum, bisa Rp900 ribu per orang sekali jalan. Belum makan di jalan," ucapnya
Dengan empat orang anggota keluarga, angka itu jelas memberatkan. “Sekarang semuanya sudah difasilitasi. Jadi lebih tenang,” katanya.
Program mudik gratis yang memberangkatkan 990 peserta ini membuka jalan bagi banyak keluarga seperti Tatang dan Nisa. Bukan hanya soal transportasi, tapi juga soal kesempatan untuk tetap pulang tanpa dihantui biaya.