- PT Krakatau Steel dan Pemkot Cilegon sepakati pembangunan akses jalan Pelabuhan Cilegon pada 21 Januari 2026.
- Kesepakatan ini bertujuan memperkuat konektivitas rantai pasok dan efisiensi logistik industri baja.
- Krakatau Steel berencana perluasan lahan hingga 10.000 hektar mendukung visi Kawasan Ekonomi Khusus Cilegon.
SuaraBanten.id - PT Krakatau Steel menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) soal pembangunan akses jalan Pelabuhan Cilegon dan optimalisasi aset industri di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Rabu 21 Januari 2026.
MoU PT Krakatau Steel dan Pemkot Cilegon ini mendukung program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menyebut pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui kemudahan investasi.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, Wali Kota Cilegon Robinsar, dan disaksikan Forkopimda Kota Cilegon serta jajaran Direksi PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).
Kesepakatan tersebut merupakan strategi Krakatau Steel Group memperkuat konektivitas rantai pasok industri baja dan sektor terkait, sekaligus mendorong efisiensi biaya logistik yang berdampak pada daya saing bisnis.
Baca Juga:Klaim Didukung Wagub, Robinsar Siap Tutup Tambang Ilegal di Cilegon
"Kesepakatan ini kami pandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas industri dan logistik. Akses pelabuhan yang lebih optimal akan membantu kelancaran distribusi bahan baku maupun produk, sekaligus menciptakan efisiensi biaya logistik yang penting bagi keberlanjutan bisnis Krakatau Steel Group," kata Akbar Djohan, Rabu 21 Januari 2026.
Bukan sekadar kerja sama administratif, kesepakatan ini mencerminkan sinergi pemerintah daerah dan BUMN dalam mengoptimalkan aset strategis mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"MoU ini dilandaskan oleh good will. Kita ingin aset negara, baik milik BUMN maupun Pemerintah Kota, bisa berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem industri yang paling siap di Indonesia," kata pria yang menjabat menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA).
Krakatau Steel Group berkomitmen terus mengembangkan praktik bisnis berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi dengan Pemerintah Kota Cilegon diharapkan dapat membuka peluang pengembangan bisnis infrastruktur dan kawasan industri yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar.
Visi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 10.000 Hektar
Baca Juga:Pemkot Cilegon Didesak Bentuk Tim Khusus Penanganan Banjir
Dalam upaya memperkuat posisi Cilegon sebagai kota industri utama, Krakatau Steel memaparkan rencana ekspansi besar-besaran. Saat ini, Krakatau Steel mengelola lahan seluas 500 hektar yang diproyeksikan akan diperluas hingga 2.000 hingga 10.000 hektar guna mendukung terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
"Harapan kami besar agar KEK ini segera terwujud. Dengan perluasan hingga 10.000 hektar, dampak ekonomi bagi Pemerintah Kota Cilegon dan penyerapan tenaga kerja akan jauh lebih signifikan," pungkas Akbar.
Melalui kerja sama ini, Kota Cilegon diharapkan menjadi pintu utama investasi nasional yang lebih kompetitif, efisien, dan terintegrasi secara global.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan kesepakatan ini diharapkan menjadi titik awal akselerasi pembangunan kota industri dan pelabuhan yang lebih kompetitif.
"Kami berharap penandatanganan kesepakatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah awal pembangunan Kota Cilegon yang lebih maju. Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen mengoptimalkan aset yang ada agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah," ungkap politisi Partai Golkar itu.
Lebih lanjut, Robinsar berharap MoU ini menjadi pembuka akses permodalan dan investasi untuk pengembangan fasilitas di kawasan pelabuhan serta pendukung Kawasan Ekonomi Khusus.