Terungkap! Alasan Banyak Koperasi Desa di Serang Mandek

Keberhasilan Kopdes Merah Putih di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, yang kini mampu mencatatkan omzet harian mencapai Rp5 juta

Muhammad Yunus
Rabu, 24 September 2025 | 15:34 WIB
Terungkap! Alasan Banyak Koperasi Desa di Serang Mandek
Ilustrasi: Warga bertransaksi di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi Mlati, Sleman, Senin (21/7/2025). [Hiskia/Suarajogja]
Baca 10 detik
  • Koperasi Desa Merah Putih tersebar di 326 desa di Serang
  • Baru 40 Kopdes Merah Putih yang telah memulai aktivitas usaha
  • Kendala utama yang dihadapi para pengurus koperasi adalah ketiadaan sarana dan prasarana

SuaraBanten.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, menargetkan 50 persen Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang tersebar di 326 desa di daerah tersebut aktif beroperasi pada 2026.

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas di Serang, mengatakan target tersebut menjadi fokus utama mengingat saat ini baru 40 Kopdes Merah Putih yang telah memulai aktivitas usahanya.

Menurut dia, percepatan aktivasi koperasi ini merupakan bagian dari upaya menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa.

"Sesuai arahan Kementerian Koperasi, ini menjadi bagian dari pergerakan ekonomi di masyarakat. Oleh karena itu, kami harapkan dari 326 desa, separuhnya sudah mulai aktif pada 2026," ujar dia, Rabu 24 September 2025.

Baca Juga:Zat Radioaktif Cesium-137 Diduga Berasal dari Pabrik di Serang

Ia mencontohkan keberhasilan Kopdes Merah Putih di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, yang kini mampu mencatatkan omzet harian mencapai Rp5 juta.

Keberhasilan itu diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lainnya.

Meski demikian, katanya, ada beberapa kendala utama yang dihadapi para pengurus koperasi adalah ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya bangunan fisik sebagai tempat usaha.

"Rata-rata kendalanya adalah persyaratan harus ada bangunan fisik. Ini menjadi salah satu hambatan karena barang-barang yang akan dijual perlu tempat untuk stok," katanya, menjelaskan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang Adang Rahmat mengatakan solusi praktis.

Baca Juga:Pulau Tunda Akan Dibangun Tiongkok, Ratu Rachmatuzakiyah Bilang Begini

Agar para pengurus dapat memanfaatkan ruang alternatif seperti garasi atau tempat lain yang aman untuk menyimpan barang.

"Intinya adalah semangat para pengurus untuk memulai. Masyarakat menunggu pelayanan dari Kopdes Merah Putih, terutama untuk pengadaan sembako dan gas dengan harga yang stabil," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak