Ibu Hamil di Cibodas Tidur Pakai Masker Tiga Lapis, Akibat Pembakaran Sampah Ilegal di Cibodas

Asap pekat beracun dari pembakaran sampah ilegal di sebuah lahan kosong di Jalan H. Abas menghantui pernapasan warga Cibodas, Kota Tangerang.

Hairul Alwan
Jum'at, 01 Agustus 2025 | 23:55 WIB
Ibu Hamil di Cibodas Tidur Pakai Masker Tiga Lapis, Akibat Pembakaran Sampah Ilegal di Cibodas
Aktivitas pembakaran ilegal sampah di Jalan H. Abas, Cibodas, Kota Tangerang. (Istimewa)

SuaraBanten.id - Udara malam di Kelurahan Cibodas, Kota Tangerang, kini tidak lagi membawa ketenangan, melainkan teror. Asap pekat beracun dari pembakaran sampah ilegal di sebuah lahan kosong di Jalan H. Abas menghantui pernapasan warga, memaksa mereka yang sehat sekalipun untuk hidup dalam kewaspadaan. 

Puncaknya, seorang ibu hamil kini harus tidur dengan masker tiga lapis demi melindungi janinnya dari paparan polusi yang diduga kuat telah menyebabkan banyak warga menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ini bukan lagi sekadar keluhan tentang bau tak sedap, melainkan krisis kesehatan lingkungan yang terjadi tepat di depan mata. Warga kini mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk berhenti bersikap normatif dan segera mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku yang seolah kebal hukum.

Salah satu suara keputusasaan datang dari Eki Irawanto. Ia menceritakan bagaimana istrinya menjadi korban langsung dari aktivitas ilegal yang terus berulang ini. Pengalaman buruk di masa lalu kini kembali menjadi ancaman serius di tengah kehamilan istrinya.

Baca Juga:Oknum Ketua RT dan RW Pemeras Kontraktor di Tangerang Terancam 9 Tahun Penjara

“Istri saya dulu kena penyakit saluran pernapasan gara-gara asap itu. Sekarang lagi hamil, tapi masih harus tetap menghirup asapnya,” ujar Eki dengan nada cemas dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id), Kamis 31 Juli 2025

Kondisi ini memaksa keluarganya mengambil langkah ekstrem setiap malam. “Kami merasa terganggu. Masa mau tidur harus selalu pakai masker? Istri saya yang lagi hamil harus tidur dengan masker sampai tiga lapis,” keluhnya.

Menurut Eki dan warga lainnya, praktik pembakaran ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, seringkali di tengah malam, untuk menghindari pantauan. 

Ironisnya, lokasi yang hanya selemparan batu dari permukiman ini sudah berulang kali diprotes. Bahkan plang larangan yang sempat dipasang pihak kelurahan pun raib, dan aktivitas pembakaran kembali berjalan normal seolah tak ada yang terjadi.

“Udah banyak korban yang terkena dampak. Aneh, pelakunya tetap bebas bakar sampah seolah tidak takut pada teguran,” tambah Eki.

Baca Juga:Premanisme Berkedok Jabatan, Oknum RT RW Palak Kontraktor Proyek Miliaran di Tangerang

Menanggapi keluhan yang sudah sampai pada level darurat kesehatan ini, Camat Cibodas, Buceu Gartina, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah administratif. 

Ia mengklaim sudah dua kali melayangkan peringatan kepada pemilik lahan dan pelaku pembakaran.

“Untuk selanjutnya kami akan tindak lanjuti kembali pengawasannya dan melaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Buceu melalui pesan singkat.

Namun, pernyataan ini terasa seperti angin lalu bagi warga yang sudah bertaruh dengan kesehatan mereka setiap hari. Saat warga melaporkan sudah ada korban ISPA, respons yang diterima masih sebatas "akan ditindaklanjuti". 

Warga pun menuntut lebih dari sekadar peringatan dan janji pengawasan. Mereka mendesak adanya penegakan hukum yang nyata dan sanksi tegas yang bisa memberikan efek jera, agar teror asap ini tidak lagi merenggut hak mereka untuk menghirup udara bersih dan sehat di rumah mereka sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini