Jurnalis dan PT Krakatau Posco Imbau Siswa Selektif Sebar Informasi dari Medsos

Jurnalis Parlemen Cilegon dan PT Krakatau Posco meminta siswa untuk selektif sebarkan informasi dari medsos saat menggelar Jurnalis Mengajar di SMK YP Fatahillah Cilegon.

Hairul Alwan
Rabu, 26 Februari 2025 | 08:30 WIB
Jurnalis dan PT Krakatau Posco Imbau Siswa Selektif Sebar Informasi dari Medsos
Pemberian materi jurnalistik video dalam kegiatan Jurnalis Mengajar yang diadakan Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC) dan PT Krakatau Posco di SMK YP Fatahillah Cilegon 1, Selasa (25/2/2025). [Hairul Alwan/Suara.com]

SuaraBanten.id - Puluhan siswa SMK YP Fatahillah Cilegon diminta untuk selektif menyebarkan informasi yang bersumber dari media sosial. Hal tersebut diungkapkan Ketua Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC), Hairul Alwan saat pelaksanaan 'Jurnalis Mengajar' di SMK YP Fatahillah Cilegon, Selasa (25/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, JPC menggandeng PT Krakatau Posco yang dalam kesempatan menggadakan 'Training Waste Separation' atau pengolahan sampah di sekolah yang sama.

Hairul Alwan mengatakan, di tengah derasnya penyebaran informasi melalui media sosial, siswa SMK selaku generasi muda harus selektif memilih informasi untuk disebarkan di khalayak ramai.

"Siswa SMK harus memastikan informasi yang tersebar di medsos adalah fakta, jangan asal kabar tersebut viral dan menjadi sorotan langsung buru-buru disebarkan atau diupload di status WhatsApp atau akun medsos lainnya," katanya.

Baca Juga:Anak Kampung Pesisir Jadi Wali Kota Cilegon, Robinsar Tak Menyangka Dilantik Prabowo

Jurnalis Suara.com itu meminta Siswa SMK YP Fatahillah 1 dan 2 Kota Cilegon itu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ketika mendapat informasi yang bersumber dari media sosial.

Ketua Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC), Hairul Alwan menyampaikan sambutan pada agenda Jurnalis Mengajar dengan PT Krakatau Posco di SMK YP Fatahillah Cilegon 1. [Istimewa]
Ketua Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC), Hairul Alwan menyampaikan sambutan pada agenda Jurnalis Mengajar dengan PT Krakatau Posco di SMK YP Fatahillah Cilegon 1. [Istimewa]

"Mari kita jadi garda terdepan memilah informasi yang di dapat, kalau informasinya dari medsos bisa di cek ke website media atau lewat medsos media-media yang sudah terverifikasi. Dengan begitu, pasti lebih akurat kebenarannya," ungkapnya

Dalam kesempatan itu, alumnus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang itu menyebut para siswa dalam agenda tersebut diberi edukasi terkait jurnalistik tulis, foto dan video.

"Semoga sharing rekan-rekan media dan siswa SMK YP Fatahillah Cilegon bisa bermanfaat ke depan. Kami berharap lebih banyak lagi industri yang bisa berkolaborasi dengan JPC untuk mengedukasi soal jurnalistik," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Manager CSR PT Krakatau Posco, Aditya Ari Nugroho mengajak para siswa bisa memilah berita yang benar dan berita hoax. Ia meminta peserta Jurnalis Mengajar agar bisa memanfaatkan momen kegiatan Jurnalis Mengajar ini sebaik-baiknya.

Baca Juga:Sah! Robinsar-Fajar Resmi Menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon

Terkait Training Waste Separation, Aditya menyampaikan, pihaknya ingin mengedukasi pelajar SMK YP Fatahilah agar bisa memilah sampah organik dan non organik.

"Ini momen yang langka dari Krakatau Posco dan juga dari JPC suatu hal yang sangat berharga. Harapan saya agar siswa dapat menyimak materi dengan sungguh-sungguh dari teman-teman JPC," tandasnya.

Kasi SMK dan SKH di Kantor Cabang Dinas (KCD) Kabupaten Serang, Kota Serang dan Cilegon pada Dindikbud Provinsi Banten, Veni Nurapaeni mengapresiasi kolaborasi kegiatan industri dan rekan-rekan media.

"Alhamdulillah sangat luar biasa sekali kegiatan ini, saya sangat mengapresiasi sekali. Saya mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan JPC karena anak-anak sekarang itu perlu dibekali dengan kemampuan-kemampuan dan pengetahuan-pengetahuan terbaru," katanya.

Menurutnya, teman-teman JPC dan Krakatau Posco sangat membantu sekali untuk pembaharuan ilmu anak-anak di SMK khususnya.

"Bagaimana mereka bisa bijak menggunakan media sosial apalagi di era digital ini perlu pemahaman-pemahaman untuk anak-anak agar lebih bijaksana bertutur kata menggali karakter," ungkapnya.

"Mereka ini harus banyak belajar bukan hanya di sekolah karena kemarin di kurikulum merdeka anak-anak banyak belajar melalui media sosial melalui YouTube, Instagram dan yang lain-lain belum lagi aplikasi yang lain," sambungnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak