Berdasarkan Survei, Hampir Separuh Pekerja di Singapura Alami Kelelahan Akibat Pekerjaan

Sebuah survei terbaru dari Telus Health menunjukkan bahwa hampir setengah pekerja di Singapura merasa kelelahan setelah seharian bekerja. Hal ini menunjukkan meningkatnya

Eliza Gusmeri
Kamis, 13 Juni 2024 | 11:07 WIB
Berdasarkan Survei, Hampir Separuh Pekerja di Singapura Alami Kelelahan Akibat Pekerjaan
ilustrasi kelelahan. [Pexels.com/Ron Lach]

SuaraBanten.id - Sebuah survei terbaru dari Telus Health menunjukkan bahwa hampir setengah pekerja di Singapura merasa kelelahan setelah seharian bekerja. Hal ini menunjukkan meningkatnya risiko kelelahan di kalangan pekerja dan perlunya dukungan kesehatan mental yang lebih besar.

Survei yang dilakukan terhadap 1.000 pekerja di Singapura menemukan bahwa 47% responden merasa lelah secara mental dan fisik akibat pekerjaan mereka.

"Kelelahan adalah salah satu gejala utama burnout, yang juga ditandai dengan penurunan kinerja dan sinisme," kata Haider Amir, Direktur Telus Health untuk Asia, dilansir dari Asiaone, 13 Juni 2024.

Kelelahan ini dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk beban kerja yang berlebihan, tuntutan pribadi, kurangnya pengakuan, dan kekhawatiran pekerjaan. Studi ini mengidentifikasi beberapa penyebab utama kelelahan di kalangan pekerja muda. Beban kerja yang berlebihan menjadi alasan paling umum, dengan 27 persen responden menyebutnya sebagai faktor utama.

Baca Juga:KPU Banten Sebut 16 Petugas KPPS Meninggal Dalam Tugas

Selain itu, tuntutan pribadi yang tinggi, kurangnya pengakuan, serta kekhawatiran tentang kehilangan pekerjaan atau kurangnya dukungan di tempat kerja juga berkontribusi pada tingkat stres yang tinggi.

Lebih mengkhawatirkan lagi, survei ini juga menunjukkan bahwa lebih dari dua dari lima pekerja merasa sulit untuk termotivasi dalam melakukan pekerjaan mereka.

Kurangnya motivasi ini sebagian besar disebabkan oleh perasaan tidak dihargai, gangguan pribadi atau perubahan di tempat kerja, pekerjaan yang membosankan, dan konflik dengan rekan kerja.

Haider Amir menekankan pentingnya prioritas kesehatan mental di tempat kerja. "Laporan ini menunjukkan kebutuhan mendesak bagi para pengusaha untuk memprioritaskan dukungan kesehatan mental," katanya.

Baca Juga:Kelelahan, 438 Petugas Pemilu di Kabupaten Lebak Banten Tumbang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak