"Itu pun kadang-kadang 3 bulan sekali pencairan sesuai kelancaran dana desa. Kalau RT/RW tunjungan standar dengan angka layak Rp300-400 ribu itu manusiawi juga karena mereka ujung tombak pemerintahan desa," ungkapnya.
Ia juga menawarkan penggunaan anggaran itu bisa juga diperuntukan untuk suntikan modal Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Pandeglang saja. Sebab, berdasarkan laporan yang diterimanya, setip tahun rumah sakit milik Pemkab Pandeglang itu merugi bahkan terancam kolaps.
"Sehingga pelayanan RS kurang baik seiring merugi dan tidak ada suntikan modal daerah," ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, wacana pembelian sepeda listrik dinilai bukan penghamburan anggaran. sebab, hal tersebut untuk kepentingan masyarakat.
"38 miliar kecil bagi saya kalau bisa 100 miliar kasih dong simpul-simpul kami belum linmas. Mana linmas gak diperhatikan seragam kami juga sampe lecek begini. Bingung amat 38 miliar," kata Irna.
Dengan nada tinggi, Irna pun meminta wartawan untuk mengkroscek anggaran mana yang lebih boros. Dia menganggap anggaran sebesar Rp38 miliar ini tidak masuk kantong Bupati Pandeglang namun bentuk apresiasi RT/RW dalam menjalankan pemerintahan.
"RT RW se kabupaten pandeglang, ada afiliasi kuning, merah hijau dikira punya bupati saja," ujarnya.
Kontributor : Anwar Kusno