Meski begitu, Anton terpaksa harus menghubungi saudaranya terlebih dahulu untuk membawakan knalpot standar. Sesampai dilokasi, Rido yang merupakan saudara kandungnya langsung mengganti knalpot tersebut.
"Wah, maaf mas, bukan saya yang bawa motor, ini Riza (sambil menunjuk adiknya) yang bawa, saya mah cuma bawain knalpot standar aja tadi ditelepon suruh ganti," ucap Rido sambil mengganti knalpot racing di halaman Mapolres Serang Kota.
Senada, Indra (27) seorang pengendara roda empat yang menggunakan knalpot racing mengaku keberatan untuk mengganti knalpot standar saat itu. Pasalnya, kata Dia, proses penggantian knalpot mobil tidak semudah mengganti knalpot motor yang bisa diselesikan dalam hitungan menit.
"Surat surat lengkap hidup semua, polisi minta ganti malem ini cuma saya bilang kalo malem ini engga bisa, tukang las kan tutup paling besok," ujarnya.
Kendati demikian, kendaraannya terpaksa ditahan sebelum diganti dengan knalpot standar. Ia bersama rekannya pun memilih pulang menggunakan Go-Jek atau Grab.
"Mobil kan tetep disini, nginep. Kita paling pulang naik gojek atau grab," tuturnya.
Dikatakan Indra, Ia pulang dengan membawa surat dari kepolisian. Kemudian, keesokan harinya surat tersebut akan dikembalikan sebelum mengganti knalpot standar.
"Nah, surat kan udah di saya nanti besok kesini lagi, saya ganti knalpot," terangnya.
Indra yang merupakan warga Kelurahan Cipare, Kota Serang mengaku baru mengalami penilangan akibat dari knalpot tidak standar.
Baca Juga:Jadwal Sholat dan Jadwal Imsakiyah Lebak Banten Sabtu 9 April 2022
"Baru ini kena, kemarin lolos soalnya. Biasa mau jemput doi," tutupnya seraya tertawa.