SuaraBanten.id - Banjir di kawasan Banten Lama yang terjadi sejak Selasa (1/3/2022) kemarin sudah mulai surut. Untuk membersihkan area sekitar Masjid Agung Banten, dan Menara Banten, Pemprov Banten menurunkan 90 petugas untuk membersihkan wilayah tersebut.
Puluhan petugas yang membersihkan kawasan Kesultanan Banten itu berasal dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasaan Permukiman (Perkim) Provinsi Banten. Mereka juga dilengkapi dengan 4 pompa air untuk mengurangi genangan.
“Kemarin tim Perkim Provinsi Banten melakukan evakuasi para pengunjung Kawasan Banten Lama. Banjir terjadi siang hari setelah air Sungai Cibanten luber,” ungkap Kepala Dinas Perkim Provinsi Banten M Rachmat Rogianto, Kamis (3/3/2022).
“Saat ini tim sedang melakukan inventarisasi kerusakan dan melakukan bersih-bersih. Untuk mengurangi genangan, dilakukan pemompaan air setelah permukaan air kanal turun,” tambahnya.
Baca Juga:Tolong Bupati Irna Narulita! Korban Banjir di Patia Pandeglang Belum Tersentuh Bantuan
Dinas Perkim Provinsi Banten kini masih melakukan beberapa pembenahan sebagai bagian pembenahan revitalisasi kawasan Banten Lama.
Sebelumnya, Kepala Balai Besar Sungai Ciujung, Cidanao, Cidurian yang di dalam juga ada sungai Cibanten (BBSC3) I Ketut Jayada, saat banjir yang melanda Kota Serang curah hujan mencapai 242 milimeter.
“Dengan curah hujan sebesar itu, debit air yang dihasilkan mencapai 150 meter kubik per detik. Bendung Sindangheula terima 11 juta meter kubik, padahal kapasitasnya 9 juta meter kubik. Padahal selama seminggu sebelumnya, kawasan hulu Cibanten selalu hujan dan kita rilis dengan memperhatikan daerah hulu. Hanya 2 juta meter kubik yang mampu tertahan di Bendung Sindangheula, sisanya menjadi limpasan (outflow),” jelasnya.
“Kalau tidak ada Bendung Sindangheula, 11 juta meter kubik air akan membanjiri Kota Serang,” tambah Ketut.
Ditegaskan, Bendung Sindangheula saat ini dalam kondisi baik alias tidak jebol. BBSC3 juga akan membangun sistem peringatan dini terkait debit Bendung Sindangheula dan sungai lainnya untuk digunakan para pemangku kepentingan terkait penanganan bencana.
Baca Juga:BMKG: Hujan Ekstrem Hingga Banjir di Indonesia karena Perubahan Iklim
Kontributor : Firasat Nikmatullah