Sejarah Kerajaan Banten, Kerajaan Islam Penguasa di Barat Pulau Jawa

Kerajaan Banten merupakan salah satu kerajaan Islam di Pulau Jawa.

Dythia Novianty
Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:26 WIB
Sejarah Kerajaan Banten, Kerajaan Islam Penguasa di Barat Pulau Jawa
Ilustrasi wisata religi Kesultanan Banten. [ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman]

SuaraBanten.id - Kerajaan Banten merupakan salah satu kerajaan Islam di Pulau Jawa. Kerajaan ini menguasai wilayah Banten yang berada di Barat Pulau Jawa. Wilayah Banten sebelumnya merupakan bagian dari kerajaan Sunda yang bercorak Hindu. Tentunya ada seorang Raja yang memimpin hingga kerajaan tersebut Berjaya.

Sejarah berdirinya kerajaan ini berawal pada 1525-1526 Sunan Gunung Jati Berhasil menguasai Banten. Sejak saat itu Banten tumbuh menjadi kerajaan Islam dengan pusat pemerintahan terletak di ujung Barat Pulau jawa.

Pada 1552, Banten Sultan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati. Sultan Maulana Hasanuddin merupakan sultan pertama di Banten, dan sangat berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Banten.

Berikut Kerajaan Banten dan Raja-Raja yang pernah memimpin:

Baca Juga:Pesisir Pantai Selatan Jawa Berpotensi Terjadi Tsunami, BMKG Gencar Lakukan Sosialisasi

1. Sultan Maulana Hasnuddin

Sultan Maulana Hasanuddin merupakan raja pertama di kerajaan Banten. Sultan Maulana Hasanuddin memerintah Banten selama 18 tahun. Pada masa pemerintahannya, Banten Berhasil menguasai Lampung yang menghasilkan banyak rempah-rempah.

Sultan Maulana Hasnuddin. [Wikipedia]
Sultan Maulana Hasnuddin. [Wikipedia]

Semasa pemerintahannya, Sultan Maulana Hasanudin berhasil membangun pelabuhan Bnten menjadi ramai. Banten kemudian berkembang menjadi Bandar perdagangan maupun pusat penyebaran agama Islam.

2. Maulana Yusuf

Maulana Yusuf memerintah Banten pada tahun 1570-1580. Dan pada tahun 1579, Maulana Yusuf menaklukan kerajaan Pajajaran di Pukauan yang sekarang menjadi Bogor, dan sekaligus menyingkirkan rajanya yang bernama Prabu Sedah.

Baca Juga:Jawa Barat Bakal Terasa Lebih Panas dalam Sepekan ke Depan

Akibatnya, banyak rakyat Pajajaran yang menyingkir ke pegunungan. Mereka inilah yang sekarang dikenal sebagai orang-orang Baduy atau suku Baduy di Rangkasbitung Banten.

3. Maulana Muhammad

Sultan Maulana Muhammad merupakan putra dari Maulana yusuf. Ia naik tahta ketika berusia 9 tahun, setelah Maulana Yusuf Wafat.

Pada saat itu, pemerintahan dijalan Mengkubumi Jayanegara, hingga Maulana Muhammad dewasa, pada tahun 1580-1596. Enam belas tahun kemudian, Sultan Maulana Muhamma menyerang Kesultanan Palembang yang didirikan oleh Ki Gendeng Sure, yang merupakan seorang bangsawan Demak.

Kerajaan Banten yang juga keturunan Demak merakan berhak atas daerah Palembang. Namun, banten megalami kekalahan, dan Maulana Muhammad tewas dalam pertempuran tersebut.

4. Pangeran Ratu (Abdul Mufakhir)

Pangeran Ratu menjadi Sultan Banten ke-empat yang saat itu masih berusia 5 bulan di tahun (1596-1651). Karena masih muda, pemerintahan saat itu dijalankan oleh Mangkubumi Ranamanggala.

Pangeran ratu mendapat gelar Kanjeng Ratu Banten. Beliau wafat kemudian digantikan oleh anaknya yang dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa.

5. Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa. [Wikipedia]
Sultan Ageng Tirtayasa. [Wikipedia]

Sultan Ageng Tirtayasa memerintah Banten di tahun 1651-1682. Kerajaan Banten Pada Masa itu mencapai kejaayaan. Sultan Ageng Tirtayasa berusaha memperluas wilayah kerajaannya ini pada tahun 1671.

Ia juga mengangkat putranya menjadi raja pembantu dengan gelar Sultan Abdul Kahar atau Sultan Haji. Namun Sultan Ageng Tirtayasa merasa kecewa dan menarik kembali jabatan raja pembantu bagi Sultan haji.

Penarikan jabatan tersebut dilakukan, karena Sultan Ageng Tirtayasa mengetahui putranya tersebut menjalin hubungan dekat dengan Belanda saat itu.

Karena hal inilah terjadi perang saudara antara keduanya, saat itu Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap dan dipenjarakan di Batavia hingga Sultan Ageng Tirtayasa wafat pada tahun 1691.

Kontributor : Raditya Hermansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak