Tetapi tanpa disangka, ternyata pada sidang lanjutan hari ini, pihak penggugat mencabut gugatannya. Alhasil, sidang dengan agenda jawaban dan gugatan rekonvensi dari tergugat 1, 2, dan 3 tidak dilanjutkan dan dokumen kepemilikan tanah tergugat 1, 2, dan 3 di atas lahan seluas hampir 6 hekater di Desa Kohod, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, tidak dalam proses sengketa.
"Agenda hari ini adalah jawaban dan gugatan rekonvensi dari tergugat 1, 2, dan 3, sebagaimana telah kami sampaikan di persidangan minggu lalu. Para klien kami sangat dirugikan. Namun sebelum kami bacakan jawaban dan gugatan rekonvensi, kuasa penggugat menyatakan dalam sidang, bahwa beberapa hari lalu ada kesepakatan antara penggugat prinsipal dan turut tergugat 1, yaitu antara yang bernama Vreddy dan Idris ada perdamaian antara mereka," sambung Reinhard.
Berdasarkan kesepakatan itu, maka kuasa hukum penggugat melakukan permohonan pencabutan terhadap gugatan bernomor 874/Pdt.G/2020/PN.Tng dengan tiga orang tergugat Anthony Joseph, Angelia Josephine dan Jimmy Lie dinyatakan selesai.
Sementara itu, Rohadi, salah seorang saksi yang turut hadir dalam persidangan itu mengaku kaget dengan gugatan yang dilayangkan oleh pihak penggugat terhadap tanahnya.
Baca Juga:Terdakwa Kasus Mafia Tanah 45 Hektare Divonis 2 Tahun 9 Bulan
Dia mengatakan, tanah tersebut dibelinya pada 2007 itu sudah bersertifikat. Tanah itu, kini telah dijual kepada H Dulloh, seluas sekira 1,5 hektare dengan nilai sekitar Rp2 Miliar.
"Saya jual tanah itu ke H. Dulloh tahun 2018, dan gak ada masalah. Ini kan sudah jadi sertifikat. Saya jual karena ada kebutuhan. Kalau tanah bermasalah kenapa ada sertifikat? Saya jadi saksi untuk Pak H. Dulloh," pungkas Rohadi.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim