Suami Korban Meninggal Usai Vaksin Geram, Puskesmas Kukuh Kematian Bukan Karena Vaksin

Michael yang istrinya meninggal 10 hari usai divaksin geram dengan sikap Puskesmas Motoling.

Hairul Alwan
Kamis, 22 Juli 2021 | 12:24 WIB
Suami Korban Meninggal Usai Vaksin Geram, Puskesmas Kukuh Kematian Bukan Karena Vaksin
Suami wanita yang meninggal 10 hari usai divaksin. [Terkini.id]

“Itu yang bikin keluarga marah. Saya contohkan tentang teori bola es, kan itu dari kecil kemudian jadi besar. Bagaimana bisa langsung besar saja tanpa ada penyebabnya?”

Pria yang berprofesi sebagai seorang pengajar itu juga mengaku sangat menyesali kinerja dari puskesmas.

Pasalnya, sejak awal istrinya sakit dan dibawa ke ke sana, sama sekali tidak pernah ada satu pun dokter yang bisa ditemui di tempat itu.

“Kami beberapa kali ke Puskesmas, itu dokter tidak pernah ada,” ungkapnya.

Baca Juga:Tuding Virus Corona Sengaja Dibuat, Babe Haikal: Saya Oposisi, Setuju Jokowi Mundur

Michael pun berharap agar kondisi yang menimpa keluarganya, di mana istri yang dinikahinya selama tujuh tahun dan telah memberikan dua orang anak itu, menjadi yang terakhir dikarenakan buruknya pelayanan kesehatan untuk masyarakat di pedesaan, termasuk puskesmas yang tidak memiliki pelayanan dokter.

“Saya dan keluarga sudah ikhlas, tapi ini jadi pesan ke Pemerintah agar pelayanan kesehatan itu sangat penting hingga ke desa-desa. Kalau dokter kurang, ditambah,” saran Michael.

“Meninggalnya istri saya bukan hanya satu nyawa saja, tapi ada dua nyawa anak-anak yang ikut jadi korban. Saya mohon Pemerintah memperhatikan ini,” tandasnya.

Sekadar diinformasikan, Juita Lidya Tiwa (30), warga Desa Motoling Dua, Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), meninggal dunia di hari ke-10 setelah dirinya divaksin.

Sebelumnya, Juita dilaporkan mengalami gejala demam, sakit kepala, dan mual-mual.

Baca Juga:CEK FAKTA: Gibran Rakabuming Raka Lumpuh Total Akibat Covid-19, Istana Banjir Tangis

REKOMENDASI

News

Terkini