alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Miris! Tinggal Dekat Kantor Bupati Lebak, Warga Masih Konsumsi Air Keruh Berbahaya

Hairul Alwan Jum'at, 09 Juli 2021 | 11:44 WIB

Miris! Tinggal Dekat Kantor Bupati Lebak, Warga Masih Konsumsi Air Keruh Berbahaya
ILUSTASI warga mandi di sungai. (Foto: Istimewa/via Riauonline.co.id)

Warga masih konsumsi air keruh berbahaya lantaran tak mampu membayar tagihan PDAM.

SuaraBanten.id - Miris, tinggal dekat Kantor Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, warga masih konsumsi air keruh berbahaya.

Tinggal dekat Kantor Bupati Lebak, warga masih konsumsi air keruh berbahaya lantaran tak mampu membayar tagihan PDAM.

Warga masih konsumsi air keruh berbahaya tinggal di Kampung Kaum Lebak, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Permukiman warga yang berjarak beberapa meter dengan Alun-alun Rangkasbitung dan Kantor Bupati Lebak, ternyata masih banyak warga di wilayah tersebut yang mengkonsumsi air keruh.

Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Usai Sembuh dari Covid-19

Warga sekitar bergantung pada air yang berada di Sungai Ciberang. Selain dekat dengan permukiman, mereka terpaksa menggunakan air yang tak layak konsumsi itu karena tak mampu membayar tagihan PDAM.

“Cuma air ini (Sungai Ciberang) yang tidak bayar. Kalau masang PDAM kan mahal dan tiap bulan juga bayar. Saya tidak mampu. Makanya setiap butuh air untuk mandi, mencuci dan konsumsi, saya dan keluarga selalu ke Sungai Ciberang,” kata Nurhasanah, salah satu warga, Kamis (8/7/2021).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Nana Sunjana, membenarkan bila warga Kaum Lebak masih tetap menggunakan air Sungai Ciberang yang kondisinya keruh.

Ia mengaku, telah berulang-ulang memberikan imbauan serta pemahaman dampak negatif menggunakan air keruh.

“Kalau memang darurat, boleh-boleh saja menggunakan air Sungai Ciberang namun harus melalui proses pengendapan atau penyulingan. Lalu agar bakterinya hilang, maka air sungai tersebut harus diberi kaporit,” kata Nana.

Baca Juga: Makin Tak Terkendali! Pasien Covid-19 di Lebak Bertambah 153 Orang

“Tetapi yang kami lihat tidak seperti itu, dimana warga yang datang ke sungai langsung mandi atau mencuci, sehingga beresiko terhadap penyakit kulit,” tambahnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait