Jerawat hormon cenderung terjadi secara siklikal dan kian memburuk pada periode menstruasi dan menopause karena tingkat androgen dan estrogen yang relatif lebih tinggi.
Beberapa perempuan bahkan memperhatikan jerawat di sekitar wilayah leher mereka karena ketidakseimbangan hormon. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menunjukkan masalah serius seperti syndrome ovarium polikistik (PCOS).
Jerawat Punggung, Lengan, dan Paha Jerawat
Jerawat di punggung, lengan, dan paha kerap disebabkan oleh fluktuasi hormon dan genetika. Kadang, jenis pakaian yang kita kenakan juga bisa jadi penyebab iritasi pada kulit dan menghasilkan breakout.
Baca Juga:Klaim Ragam Manfaat Sabun Daun Kelor, Hindari Jerawat Hingga Cegah Penuaan Dini
Anda bisa mencoba beberapa hal untuk menguranginya. Kenakan pakaian yang bersih, lembut dan tak terlalu ketat. Pastikan untuk mengurangi tekanan dari membawa ransel atau mengantongi dompet yang bisa menyebabkan gesekan sehingga memicu jerawat.
Jerawat Dahi dan Garis Rambut
Jerawat yang hadir di sekitar garis rambut dan dahi juga bisa dikaitkan dengan masalah kesehatan. Jerawat di dahi terkait dengan sistem pencernaan. Jerawat di wilayah dahi dikatakan mewakili ketidakseimbangan pencernaan yang terkait dengan pola makan yang buruk, sindrom iritasi usus, hingga pencernaan yang tidak tepat.
Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah banyak minum air, makan seimbang, tidur setidaknya tujuh jam sehari, dan cobalah untuk menjaga area dahi agar senantiasa bebas dari gesekan.
Baca Juga:Perempuan, Ini Beda Nyeri Haid Normal dengan Nyeri Haid Akibat Endometriosis