alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

23 Pasien COVID-19 Datang Bersama Minta Dirawat, RSUD Tangerang Penuh

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 18 Juni 2021 | 13:14 WIB

23 Pasien COVID-19 Datang Bersama Minta Dirawat, RSUD Tangerang Penuh
RSUD Tangerang penuh pasien COVID-19. (Suara.com/Jehan Nurhaki0m

Dalam peristiwa itu ada 23 pasien tiba di RSU Kabupaten Tangerang. Namun secara keseluruhan sebanyak 107 pasien menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

SuaraBanten.id - RSUD Tangerang penuh pasien COVID-19. Sebab 23 pasien COVID-19 datang bersamaan ke rumah sakit.

Mereka diangkut ambulans yang datang bersamaan pula. Video kedatangan mereka viral di media sosial. Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi (HPI) RSU Kabupaten Tangerang, Hilwani memberikan penjelasan terkait video tersebut.

Dalam peristiwa itu ada 23 pasien tiba di RSU Kabupaten Tangerang. Namun secara keseluruhan sebanyak 107 pasien menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

"Iyah itu betul, jadi saat itu memang Intalasi Gawat Darurat (IGD) nya lagi over. Jadi banyak rujukan-rujukan puskemas ke rumah sakit kita, (kalau) ambulannya engga sampai 10, karena 1 ambulan 1 pasien," ujar Hilwani saat dikonfirmasi, Jumat (18/6/2021).

Baca Juga: Pria Asal Indonesia Terkonfirmasi Positif Covid-19 Masuk Singapura Secara Ilegal

"Kalau yang dirawat sudah 107 pasien, kalau yang di IGD 30-40 pasien, 23 di antaranya Covid-19," kata Hilwani.

Maka dari itu, Hilwani menegaskan jika pihaknya akan lebih selektif lagi dalam menerima pasien.

Pasalnya kapsitas di tempatnya sudah penuh atau overload.

"Iyah udah sementara, kita sleektif yah. Untuk rujukan, kita tidak bisa terima, karena ruangannya penuh. Soalnya ini saja sudah penambahan extra bed, sebelumnnya kan 92. Baru baru ini melonjak, jadi ditambah totalnya 107," tutupnya.

PSBB se-Jawa

Baca Juga: Sosok Fuad Alkhar, Dikenal Sebagai Wan Abud Meninggal Dunia Usai Terpapar Covid-19

Presiden Jokowi diminta terapkan PSBB se-Jawa karena kasus COVID-19 tinggi karena mudik lebaran. Bahkan 5 organisasi profesi kedokteran umumkan desakan itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait