alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dari Demo Anti Ahok, Kini 212 Mart Diguncang Isu Kasus Investasi Bodong

Pebriansyah Ariefana Rabu, 05 Mei 2021 | 03:15 WIB

Dari Demo Anti Ahok, Kini 212 Mart Diguncang Isu Kasus Investasi Bodong
Gerai 212 Mart yang berlokasi di Jalan Raya Cisaat RT 04/01 Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi (Sukabumiupdate)

Nilai investasi bodong 212 Marat tiap warga beragam, mulai dari Rp 500.000 sampai dengan Rp 20 juta rupiah.

SuaraBanten.id - 212 Mart digoyang isu investasi bodong. Investasi bodong 212 Mart terjadi di Kalimantan Timur.

Dilansir Terkini.id, ratusan warga melaporkan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka mendatangi Mapolresta karena merasa ditipu oleh pengurus Koperasi 212 Samarinda setelah mengundang investasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan 212 Mart.

Nilai investasi tiap warga beragam, mulai dari Rp 500.000 sampai dengan Rp 20 juta rupiah.

Total kerugian para investor pun ditaksir miliaran rupiah.

Baca Juga: Kasus Investasi Bodong di Banyuwangi, Polisi Ringkus Satu Tersangka

Disebutkan bahwa masalah sebenarnya telah muncul sejak Oktober 2020, mulai dari gaji karyawan yang belum dibayarkan hingga operasional 212 Mart ditutup tanpa pengembalian investasi yang dibayarkan.

Tidak hanya itu, pengurus koperasi pun menghilang dan sulit dihubungi. Oleh sebab itulah warga melapor.

Minimarket 212 Mart di Cisaat, Kabupaten Sukabumi, menjadi sasaran perampokan, Selasa (7/5/2019) sekitar pukul 03.00 WIB. (Foto Sukabumiupdate.com)
Minimarket 212 Mart di Cisaat, Kabupaten Sukabumi, menjadi sasaran perampokan, Selasa (7/5/2019) sekitar pukul 03.00 WIB. (Foto Sukabumiupdate.com)

Setelah resmi mendapat laporan dari para warga, polisi kini menyelidiki dugaan penipuan alias investasi bodong yang dilakukan Koperasi Syariah 212 Samarinda.

Keberadaan para pengelola koperasi ditelusuri agar dapat dimintai pertanggung-jawaban kepada para investor.

212 Mart merupakan merek minimarket Koperasi Syariah 212. 212 Mart menjual barang kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti bahan pokok, perlengkapan rumah tangga, alat tulis, dll.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Sejumlah Posko Pengamanan Mudik Akan Didirikan di Samarinda

Berbeda dengan minimarket pada umumnya, 212 Mart tidak menjual rokok, minuman keras, alat kontrasepsi dan produk yang tidak halal.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait