Sejarah Tasikardi, Jadi Wisata Kerajaan dan Penyambutan Bangsawan di Banten

Danau Tasikardi menjadi tempat hiburan Ibunda Maulana Yusuf yang bersedih akibat ditinggalkan Maulana Hasanudin, dan untuk penyambutan tamu-tamu bangsawan.

Hairul Alwan
Rabu, 28 April 2021 | 17:52 WIB
Sejarah Tasikardi, Jadi Wisata Kerajaan dan Penyambutan Bangsawan di Banten
Warga melintas di depan danau Tasikardi [Suara.com/ Adi Mulyadi]

Sesekali Danau Tasikardi, lanjut Mulangkara, digunakan untuk pengasingan keluarga kerajaan yang melakukan tindakan asusila di dalam kerajaan.

"Dan sesekali waktu di dalam catatan danau itu digunakan untuk pengasingan, keluarga kerajaan yang melakukan tindakan asusila, maka diasingkan disitu. Itu hanya sesekali waktu saja, karena danau itu dibuat tujuannya bukan untuk itu melainkan untuk rekreasi keluarga Sultan," katanya.

Warga melintas di bagian dalam taman rekreasi Tasikardi [Suara.com/ Adi Mulyadi]
Warga melintas di bagian dalam taman rekreasi Tasikardi [Suara.com/ Adi Mulyadi]

Lambat laun beberapa tahun ke belakang, Danau Tasikardi justru mengalami pendangkalan yang sangat signifikan. Pemerintah yang melihat hal itu tidak bisa berbuat banyak lantaran tidak ada anggaran, akhirnya Danau Tasikardi diswakelolakan kepada salah seorang pengusaha bernama Haji Suhada.

"Haji suhada itu sanggup mengeruk tanah yang ada di Danau Tasikardi, itu waktu tahun 1993, dengan imbalan Haji Suhadi ini swakelola selama 30 tahun," ungkapnya.

Baca Juga:Sempat Ancam Mati Saat Isya Jeeperson Masuk Islam, Kini Ibunda Juga Mualaf

Dijelaskan Mulangkara, dalam perjanjian swakelola dengan pengusaha mendapatkan pengawalan ketat dari pihak pemerintah terutama dari Kepurbakalaan.

"Itu kami kawal, ngeruknya tidak boleh lebih dari 2 meter, karena kami khawatir lantai merah dasar Danau Tasikardi rusak, karena dalamnya hanya 4 meter, itu lantai semua dibawahnya. Kalau ke keruk kan hancur terus hilang," jelasnya.

Saat ini kondisi Danau Tasikardi sudah sangat dangkal lagi, dan bahkan mengering, tidak ada air sama sekali, bak tempat rekreasi yang tidak terwat, baik oleh pengusaha ataupun oleh Pemerintah Kabupaten Serang.

Kontributor : Adi Mulyadi

Baca Juga:Waspada Copet Wisata Ziarah Banten Lama, pelaku Pake Sorban dan Kerudung

REKOMENDASI

News

Terkini