alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tuduhan Munarman Terlibat Terorisme Prematur, Kubu HRS Sebut Ini Fitnah

Hairul Alwan Rabu, 28 April 2021 | 02:05 WIB

Tuduhan Munarman Terlibat Terorisme Prematur, Kubu HRS Sebut Ini Fitnah
Aziz Yanuar [Suara.com/Muhamad Yasir]

Tuduhan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman terlibat terorisme dinilai prematur.

SuaraBanten.id - Tuduhan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman terlibat terorisme dinilai prematur. Akibatnya, Munarman Ditangkap Densus 88, hingga kubu Habib Rizieq Shihab menganggap hal itu fitnah.

Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar. Ia mengkonfirmasi penangkapan Munarman eks Sekum FPI.

Aziz Yanuar yang sekaligus kuasa hukum Munarman menyebut bahwa penangkapan Munarman berkemungkinan fitnah semata. Aziz Yanuar juga menyampaikan tuduhan yang dilayangkan kepada kliennya sangatlah prematur.

Meski begitu, Aziz Yanuar juga mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan komentar lebih jauh lagi.

Baca Juga: Buntut Penangkapan Munarman, Eks Markas FPI Digeledah

"Kalau tuduhannya terkait terorisme menurut kami itu terlalu prematur dan kami menduga itu bentuk fitnah," ujar Azis Yanuar dikutip Terkini.id-Jaringan Suara.com, Selasa (27/4/2021).

Aziz Yanuar memaparkan bahwa tudingan Munarman terlibat aksi teror adalah prematur dan juga fitnah mengingat ini kali pertama Munarman dipanggil polisi.

Tak hanya itu, Aziz juga menjelaskan jika Munarman selama ini telah mengklarifikasi bahwa keterlibatan dirinya saat acara baiat ISIS semata-mata memberikan pencerahan.

"Karena dari pembuktian beliau belum pernah dipanggil untuk permasalahan apa pun," tutur Aziz Yanuar.

"Ya yang jelas beliau sudah klarifikasi beberapa kali waktu itu kan mengenai kabar-kabar di media itu kan. Bahwa memang terkait dengan baiat itu beliau hanya memberikan ceramah pencerahanlah," sebutnya.

Baca Juga: Diduga Terlibat Baiat Teroris di Tiga Kota, Munarman Ditangkap Densus 88

Aziz juga mengatakan, bahwa Munarman merupakan sosok yang anti-terorisme dengan menolak adanya perbuatan keji tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait