alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Profesor UI Sebut Puasa Tingkatkan Imun Lawan Covid-19, Faktanya?

Hairul Alwan Rabu, 07 April 2021 | 08:15 WIB

Profesor UI Sebut Puasa Tingkatkan Imun Lawan Covid-19, Faktanya?
Ilustrasi berpuasa (Shutterstock)

Pernyataan tersebut didapat berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam.

SuaraBanten.id - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB mengungkap orang yang berpuasa Ramadan selama 1 bulan penuh bisa meningkatkan imun untuk melawan Covid-19 dan akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.

Pernyataan tersebut didapat berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukannya yang menyatakakan dibandingkan dengan yang tidak berpuasa orang berpuasa membangun imun lebih baik.

Prof. Ari mengungkapkan, dengan terbentuknya ketahanan tubuh atau imun yang baik tentu diharapkan dapat membawa manfaat untuk mencegah terinveksi Virus Covid-19.

"Hal ini terjadi karena dalam berpuasa ada pembatasan asupan makanan, keteraturan makan dan pengendalian diri. Ketiga unsur ini adalah sesuatu yang seharusnya konsisten kita laksanakan baik pada saat berpuasa dan setelah berpuasa," dalam keterangan tertulis yang Suara.com terima pada Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Dear ASN: Nekat Mudik Gubernur Banten WH Ancam Turunkan Pangkat

Puasa Ramadan, lanjut Prof. Ari membuat kita mengurangi frekuensi makan, yang biasanya 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari. Jika ini dilaksanakan, pembatasan makan dan pembatasan kalori (restriksi kalori) tentu akan terjadi.

Pembatasan makan akan membuat tubuh melakukan penghancuran lemak tubuh, serta menyebabkan pengurangan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita. Dengan pembatasan makan, berat badan juga akan terjaga, kolesterol akan turun, kadar gula darah juga menjadi lebih terkontrol.

"Selain itu adanya puasa sepanjang hari akan membuat kita mengurangi konsumsi camilan yang tidak sehat seperti coklat, keju, lemak. Mengurangi makanan yang manis dan asin yang belum tentu sehat bagi tubuh kita," ujarnya.

Begitupula dengan seorang perokok yang pastinya akan mengurangi konsumsi rokoknya saat berpuasa. Sehingga puasa akan membuat orang yang sehat menjadi tambah sehat dan orang dengan penyakit kronis (hipertensi, kencing manis, kegemukan dan kolesterol tinggi) menjadi lebih baik dan terkontrol.

"Membatasi asupan kalori dengan cara berpuasa ini sering disebut sebagai intermittent fasting, yang dihubungkan dengan meningkatnya daya tahan tubuh orang-orang yang berpuasa. Kita berharap, dengan vaksinasi yang sudah terjadwal sistem antibodi akan terbentuk akan lebih baik," jelasnya.

Baca Juga: Pasca Ratusan Warga Meninggal, Hari ini Kasus Kematian Covid-19 Banten 0

Namun, perlu diingat, kondisi sehat yang diharapkan, kata Prof. Ari tidak akan tercapai jika kita melakukan 'balas dendam' saat berbuka puasa. Sehingga tujuan pembatasan makan dan pembatasan kalori tidak tercapai.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait