alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Salju Turun di Gurun Arab Saudi, Pertanda Apa?

M Nurhadi Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:05 WIB

Salju Turun di Gurun Arab Saudi, Pertanda Apa?
Hujan salju lebat mengguyur kawasan gurun Sahara di Arab Saudi dan Timur Tengah. (Abu Nayef Fawaz Al-Harbi via Twitter @YussufMWinyi)

Di hari biasa, suhu di Sahara bisa naik hingga 50 derajat Celsius. Namun, terjadi anomali cuaca sejak awal tahun 2021.

SuaraBanten.id - Sebuah fenomenasi alam yang langka terjadi di Gurun Sahara dan beberapa bagian Arab Saudi. Dalam beberapa pekan terakhir, daerah tersebut dilanda hujan salju yang cukup lebat.

Melansir situs Esquire Middle East, hujan salju mulai turun pada Selasa (19/1/2021) malam. Suhu di wilayah gurun ini turun drastis menjadi minus 2 derajat celcius.

Di hari biasa, suhu di Sahara bisa naik hingga 50 derajat Celsius. Namun, terjadi anomali cuaca sejak awal tahun 2021.

Fenomena alam yang tidak biasa ini lantas menarik perhatian dari banyak orang. Beberapa bahkan meninggalkan rumah mereka untuk menikmati salju dan mengambil foto untuk Instagram.

Baca Juga: Menag: Belum Ada Kepastian Ibadah Haji dari Pemerintah Arab Saudi

Bahkan, salju turun di berbagai daerah, salah satunya di wilayah Aseer, yang berada di sepanjang pantai Laut Merah, selatan Kota Mekah.

Hal ini tidak hanya menandai pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun hujan salju langka terjadi, tetapi juga pertama kalinya dalam seratus tahun suhu serendah ini telah dicatat.

Tidak hanya Arab Saudi, sejumlah negara di Timur Tengah seperti Aljazair, Lebanon, Iran, dan Suriah juga terjadi fenomena cuaca turun salju.

Padahal, temperatur yang sangat rendah datang pada tahun lalu, yang dinobatkan sebagai tahun dengan suhu terpanas dalam sejarah. [Batamnews]

Baca Juga: Normalisasi Hubungan, Arab Saudi akan Buka Kembali Kedutaan Besar di Qatar

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait