alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ahli Mikrobiologi Usul Tunda Vaksinasi: Efektivitas Sinovac Belum Teruji

M Nurhadi Rabu, 06 Januari 2021 | 08:24 WIB

Ahli Mikrobiologi Usul Tunda Vaksinasi: Efektivitas Sinovac Belum Teruji
Vaksin COVID-19 Sinovac tiba di Banten. Ini lebih cepat dari rencana. (Bantenhits)

Vaksin Sinovac hingga saat ini belum ada hasil efektivitas dan keamanannya, padahal hal itu bersifat sangat penting sebelum vaksinasi dilakukan.

SuaraBanten.id - Ahli mikrobiologi kedokteran mengkritisi langkah pemerintah yang mendistribusikan vaksin Sinovac ke setiap provinsi sementara efektivitas dan keamanan vaksin tersebut belum teruji.

Mikrobiolog dari Universitas Sriwijaya Palembang Prof Yuwono mengungkapkan, ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menangani Covid-19 dengan pembelian vaksin.

Meski demikian, vaksin Sinovac hingga saat ini belum ada hasil efektivitas dan keamanannya, padahal hal itu bersifat sangat penting sebelum vaksinasi dilakukan.

"Vaksin ini sudah kebijakan pemerintah, artinya rakyat ikut dan patuh. Tapi secara ilmiah vaksin Sinovac belum mengeluarkan hasil efektivitas, kemanjuran, dan keamanannya, sampai hari ini belum. Saran saya, tunda dulu vaksinasi sebelum diumumkan hasil uji klinis di Bandung itu," ungkap Yuwono, Selasa (5/1/2020).

Baca Juga: 763.000 Vial Vaksin Covid-19 Sudah Disebar Bio Farma, Kapan Digunakan?

Ia menyebut, pemerintah tidak perlu takut mengumumkan hasil uji klinis terhadap vaksin Sinovac karena itu jadi bukti ilmiah sehingga masyarakat tak khawatir saat menerima vaksin.

"Tinggal umumkan saja, jangan takut. Contoh efektivitasnya cuma misal 60 persen, tidak masalah, ada dasarnya," ujarnya, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).

Bahkan, hingga saat ini Majelis Ulama Indonesia juga belum mengumumkan hasil kajian kehalalan dan juga izin penggunaan darurat setelah mendapat laporan uji klinis oleh BPOM.

Sehingga saat laporan ilmiah tersebut belum dirilis, justru vaksin sudah didistribusikan ke setiap daerah dan akan disuntikkan pada 14 Januari 2021.

"Atas dasar apa? Ujicoba di Brazil saja diragukan oleh presidennya," kata dia.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 'Aman', Tetapi Bukan Berarti Tanpa Efek Samping Ringan

Sehingga ia berpendapat, tenaga kesehatan yang menjadi sasaran utama pada vaksinasi tahap pertama akan menolak divaksin. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait