alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tips Mengemudi Garda Oto: Jalan Lengang Masa Pandemi Jangan Auto Ngebut

RR Ukirsari Manggalani Kamis, 31 Desember 2020 | 07:15 WIB

Tips Mengemudi Garda Oto: Jalan Lengang Masa Pandemi Jangan Auto Ngebut
SVP Communication and Customer Service Management Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto menyampaikan materi tentang perubahan yang terjadi akibat adanya pandemi di tahun 2020 [Dok Garda Oto].

Pandemi COVID-19 telah mengubah kebiasaan bepergian. Berikut adalah tips agar tetap aman meski jalan lebih sepi dari biasa.

SuaraBanten.id - Masa pandemi COVID-19 telah membawa serangkaian perubahan dalam kebiasaan berkendara. Siapa mengira bahwa jalanan yang lengang karena banyak pegawai melakukan Work from Home (WFH) malah dijadikan sasaran auto ngebut. Demikian pula yang biasa menggunakan ride sharing atau layanan online kini beralih menyetir sendiri.  Garda Oto, produk asuransi mobil dari Asuransi Astra pun menggelar webinar defensive driving.

Bertemakan "Talks About Defensive Driving After Pandemic: Safe Your Future Now!", sebagaimana dikutip dari kanal otomotif Suara.com, jejaring SuaraBanten.id, Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC) tampil sebagai pembicara tentang berkendara masa new normal, dan 270 orang dari 40 komunitas mobil di Tanah Air turut menjadi partisipan.

"Dampak dari pandemi ini memaksa kita semua untuk beradaptasi terhadap kebiasaan baru, salah satunya adalah untuk tetap aman dalam berkendara saat pandemi maupun di masa yang akan datang. Untuk memberikan peace of mind, berkendara aman saja tidak cukup, kita perlu memproteksi diri dengan mematuhi protokol kesehatan juga memproteksi kendaraan untuk menghindari dari hal – hal yang tidak kita inginkan," jelas Laurentius Iwan Pranoto, SVP Communication & Customer Service Management Asuransi Astra.

Dalam situasi pandemi COVID-19, disebutkan bahwa berdasar survei Cars.com, 67 persen responden menyatakan adanya virus Corona jenis baru telah meningkatkan kebutuhan mereka akan mobil pribadi yang lebih aman dari ride sharing.

Baca Juga: Kaleidoskop Oto: Pasar Mobil Bekas Online Bertahan dalam Pandemi 2020

Marcell Kurniawan, Training Instructor RDC menjelaskan fakta yang ada ketika berkendara saat pandemic [Dok Garda Oto].
Marcell Kurniawan, Training Instructor RDC menjelaskan fakta yang ada ketika berkendara saat pandemic [Dok Garda Oto].

Jadilah fenomena weekend driver--para pengemudi yang biasanya hanya berkendara di akhir pekan--menjadi regular atau memegang jemudi sendiri setiap hari.  Mereka yang memiliki pengalaman mengemudi tidak sesering setiap hari ini mesti melakukan mobilitas jarak menengah dan jauh.

Marcell Kurniawan pun berbagi tips agar pengemudi aman berkendara di masa new normal.

Berikut adalah tips berkendara masa pandemi COVID-19:

Gunakan seatbelt dengan benar

  • Fakta saat pandemi, lebih sedikit orang yang menggunakan safety belt, sehingga Marcell Kurniawan berpesan agar para pengendara selalu memastikan safety belt selalu terpasang dengan baik sebelum mengemudi.
  • Pastikan terdengar bunyi klik atau ceklik saat kepala safety belt dipasangkan.
  • Safety belt mesti terpasang dengan rapi, rapat dan rendah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
  • Pemasangan safety belt yang benar akan meningkatkan keselamatan berkendara sampai 42 persen.

Cermati bahaya jalan lengang, perhatikan jarak berhenti

Baca Juga: Kaleidoskop Oto: Hiburan Edukatif Carmaker Bagi Anak - Remaja saat Pandemi

  • Menurut National Highway Traffic Safety Administration, NHTSA, di Amerika Serikat pada April 2020, jumlah kendaraan di jalan turun 63 persen dibanding tahun lalu, sehingga jalanan lebih sepi dan perilaku mengemudi lebih ngebut.
  • Insurance Business America menyebutkan, setidaknya ada 30 persen peningkatan di mana orang-orang mengemudi lebih dari 100 km per jam dalam satu perjalanan.
  • Sehingga, fokus pada kecepatan kendaraan pun menjadi hal yang perlu diperhatikan, Selain berpengaruh pada jarak berhenti, semakin kencang atau tinggi kecepatan kendaraan, maka memerlukan jarak yang semakin jauh agar kendaraan bisa berhenti.
  • Jarak berhenti akan bertambah saat kondisi mengemudi berubah.
  • Jarak reaksi dan jarak pengereman saat berada pada jalanan yang kering dan jalanan yang basah akan berbeda.
  • Kecepatan juga akan menambah jarak berhenti, misalnya pengendara dengan kecepatan 50km per jam masih bisa berhenti tepat waktu ketika menabrak sesuatu yang ada pada jarak 35 m di depannya, dibandingkan dengan pengendara dengan kecepatan 70km per jam dengan jarak yang sama.

Cermati kebiasaan baru kegiatan otomotif

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait