Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Ada Sosialisasi, Warga Tolak Lingkungannya Jadi Kuburan Pasien Covid-19

M Nurhadi Kamis, 01 Oktober 2020 | 13:13 WIB

Tak Ada Sosialisasi, Warga Tolak Lingkungannya Jadi Kuburan Pasien Covid-19
Gambar sebagai ilustrasi-- Seorang penggali kuburan menyiapkan liang lahat di pemakaman khusus pasien COVID-19 di TPU Tengku Mahmud Palas, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9/2020). [ANTARA FOTO/FB Anggoro]

"Harusnya kita diajak ngobrol, soalnya warga diajak ngobrol juga belum, udah main tunjuk-tunjuk aja," kata Abdul.

SuaraBanten.id - Gubernur Banten Wahidin Halim berencana menyediakan lahan seluas 1 hektare untuk Tempat Pemakaman Umun (TPU) pasien covid-19 di Banten.

Berdasarkan rekomendasi Walikota Serang, Syafrudin, rencananya lahan yang akan digunakan berada di wilayah Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Informasi yang dihimpun Suarabanten.id, lahan yang akan digunakan menjadi TPU pasien covid-19 berada di Kampung Salinggara, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan.

Berada tak jauh dari lokasi Pemakaman Tionghoa dan lokasi pemakaman massal milik salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Serang.

Pantauan awak media, lokasi yang akan dijadikan pemakaman pasien covid-19 memang cukup jauh dari pemukiman warga setempat. Sekitar 150 meter dari rumah penduduk ke lokasi kuburan tionghoa. Bahkan, diduga lokasi yang akan dijadikan TPU covid-19 harus berjalan lagi sekitar 100 meter agak kedalam hutan.

Salah seorang warga setempat, Eby mengatakan, dirinya tidak tau pasti lokasi yang akan dijadikan TPU pasien covid-19. Meski ia sudah sempat mendengar jika rencana itu akan dibuat di Kampung Salinggara.

"Saya gak tau pastinya. Kalau dibelakang kuburan kristen ini ada lahan sih, tapi bisa juga sebelah sananya yang kuburan buddha. Tapi bisa juga dekat kuburan massal Rumah Sakit. Semua lokasi itu memang berdekatan," ucapnya saat ditemui saat sedang menjaga kuburan Tionghoa, Kamis (1/10/2020).

Sebagai masyarakat yang berada cukup jauh dari pusat kota, Eby menyayangkan jika tempat tinggalnya harus dijadikan TPU bagi pasien covid-19. Alasannya, hal itu bisa menjadi keresahan bagi masyarakat ditempat tinggalnya.

"Saya udah tahu sih, udah lama itu rencana. Pas awal-awal udah rame warga juga desas-desus gitu. Tahu dari mulut ke mulut aja. Kayaknya warga menolak, saya pribadi juga menolak lah, takut. Kan katanya menular. Masa kita udah jauh yang tinggal disini, ini malah mau dideketin," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Tokoh Masyarakat Kampung Salinggara, Dulhay. Menurutnya, rencana penguburan pasien covid-19 disekitaran tempat tinggalnya sudah diketahui warga sejak lama. Bahkan, warga setempat sudah melakukan musyawarah membahas hal tersebut pada beberapa bulan yang lalu. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait