Bahkan, pesan suara tersebut pernah beredar pula usai tsunami Selat Sunda di akhir 2018 lalu.
"Rekaman itu pernah beredar usai terjadi tsunami akhir tahun 2018. Tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau yang menerjang pesisir pantai barat Banten," ucapnya kepada awak media, Selasa (29/9/2020) malam.
Bahkan menurutnya, pesan suara yang beredar tersebut justru tidak berdasar pada sumber yang jelas.
Lantaran hanya menyebut nama BMKG dan Sekda Provinsi, tanpa menyebutkan nama daerahnya.
Baca Juga:Soal Potensi Tsunami 20 Meter, BMKG: Jangan Cemas, Namun Tetap Waspada
Untuk itu, ia meminta agar masyarakat Banten khususnya yang berada diwilayah pesisir untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang tidak jelas sumbernya.
Sebab, diungkapkannya, jika pihak BMKG justru akan lebih dulu memperingatkan semua pihak terkait, termasuk kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi jika ada hal-hal yang bersifat urgensi.
"Semoga masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya alias hoax," ungkapnya.
Kontributor : Sofyan Hadi
Baca Juga:1 Oktober Lebak PSBB COVID-19, Aktivitas Bisnis dan Warga Dibatasi