Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Bintaro Kecewa, Pemkot Tangsel Lambat Tangani Keluarga Positif Corona

Chandra Iswinarno Senin, 31 Agustus 2020 | 14:43 WIB

Warga Bintaro Kecewa, Pemkot Tangsel Lambat Tangani Keluarga Positif Corona
alah seorang petugas keamanan menutup akses jalan dengan portal untuk membatasi aktivitas warga setelah ada satu keluarga terpapar Covid-19 sejak 27 Agustus lalu. [Suara.com/Wivy]

Paparan Covid-19 tersebut diketahui dialami oleh S (34) yang berprofesi sebagai perawat di salah satu rumah sakit di bilangan Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangsel.

SuaraBanten.id - Sejumlah warga Puri Bintaro Indah RT 06 RW 022, Kelurahan Jombang, Pondok Aren, kecewa kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) lantaran lambat melakukan tracing kontak, setelah satu keluarga di lingkungan tersebut terpapar Covid-19.

Ketua RT setempat Soehadjono mengatakan, warga di lingkungannya resah lantaran hingga kini tidak ada pihak baik dari gugus tugas kecamatan hingga tingkat kota belum menapakan kaki di lingkungannya untuk melakukan tracing kontak.

"Ada satu keluarga yang terpapar Covid-19 ini sudah sejak 27 Agustus lalu, tapi sampai sekarang baik dari pihak kelurahan, kecamatan, puskesmas dan Dinas Kesehatan Tangsel belum ada yang datang memastikan dan melakukan penelusuran kontak," katanya saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2020).

Paparan Covid-19 tersebut diketahui dialami oleh S (34) yang berprofesi sebagai perawat di salah satu rumah sakit di bilangan Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangsel.

S kemudian diketahui positif setelah melakukan tes swab secara mandiri. Diduga, S terpapar di tempat kerjanya yang menangani tes rapid dan swab. Tidak hanya S, suami dan anaknya berusia tujuh tahun pun diketahui positif.

Setelah mendapatkan informasi S dan keluarganya positif Soerdjono mengaku, pihaknya langsung mendatangi Puskesmas Jombang untuk memberitahukan dan meminta untuk melakukan penelusuran kontak.

"Kami datang ke puskesmas sekira pukul 09.00 WIB pagi dan hanya ada bidan. Katanya kepala puskesmasnya belum dateng dan dokternya pun belum ada. Akhirnya, cuma laporan dan nggak ada tindakan apa pun. Padahal ini sangat penting," katanya.

Lantaran tidak puas mendapat jawaban tersebut, pihaknya kemudian berinisiatif melakukan tracing kontak mandiri untuk mengetahui sejauh mana anak yang tepapar corona itu kontak dengan anak lainnya.

"Setelah kita telusuri, ada empat keluarga yang merasa pernah kontak dengan keluarga yang positif corona itu. Karena tidak ada tindakan cepat dari pihak puskesmas, para warga akhirnya isolasi mandiri di rumah," katanya.

Selang tiga hari, lanjut Soerdjono, pihak satgas Covid-19 tak kunjung datang dan warga yang isolasi mandiri di rumah resah belum dilakukan tes rapid dan swab.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait