Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Barli Asmara Meninggal karena Toksoplasmosis, Ini Gejala dan Pengobatannya

M. Reza Sulaiman Jum'at, 28 Agustus 2020 | 09:38 WIB

Barli Asmara Meninggal karena Toksoplasmosis, Ini Gejala dan Pengobatannya
Desainer Barli Asmara meninggal dunia pada Kamis (27/8/2020). (Dok Instagram/BarliAsmara)

Desainer Barli Asmara meninggal dunia kemarin, Kamis (27/8/2020). Simak gejala dan pengobatan penyakit toksoplasmosis yang diidapnya.

SuaraBanten.id - Desainer Barli Asmara meninggal dunia kemarin, Kamis (27/8/2020). Simak gejala dan pengobatan penyakit toksoplasmosis yang diidapnya.

Lalu, apa itu toksoplasmosis? Benarkah penyakit ini menyerang manusia yang tertular dari kucing?

Laman Alodokter menyebut toksoplasmosis adalah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit protozoa (organisme bersel satu) Toxoplasma gondii (T. gondii).

Parasit ini seringkali terdapat pada kotoran kucing atau daging yang belum matang.

Infeksi parasit T. gondii pada orang yang sehat umumnya tidak membahayakan, karena sistem kekebalan tubuh dapat mengendalikan infeksi parasit ini.

Namun, penanganan medis serius perlu dilakukan jika infeksi ini menyerang seseorang dengan sistem imunitas rendah atau ibu hamil, guna menghindari komplikasi yang berat.

Toksoplasmosis disebarkan dari hewan ke manusia, bukan antarmanusia, kecuali pada wanita hamil yang dapat menyebarkan infeksi ini pada janinnya. Akibatnya, janin mengalami perkembangan yang lambat. Bahkan dalam kasus infeksi yang lebih berat, dapat terjadi keguguran atau kematian janin dalam kandungan.

Setelah terjadi toksoplasmosis, parasit T. gondii dapat bertahan dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif, sehingga memberi kekebalan seumur hidup terhadap infeksi parasit ini.

Namun saat sistem imunitas tubuh melemah karena suatu penyakit atau konsumsi obat tertentu, infeksi T. gondii dapat aktif kembali dan memicu komplikasi yang lebih parah.

Gejala Toksoplasmosis

Gejala awal infeksi toksoplasmosis tidak khusus dan serupa dengan gejala flu seperti demam, nyeri oto, kelelahan, dan radang tenggorokan.

Namun pada kondisi yang lebih parah, toksoplasmosis dapat menyebabkan:

  • ruam
  • demam
  • menggigil
  • lemas
  • sesak napas

Infeksi toksoplasmosis juga bisa menyerang otak. Gejala yang muncul antara lain:

  • sulit bicara
  • gangguan penglihatan
  • gangguan pendengaran
  • pusing
  • tampak bingunh
  • kejang
  • koma

Pengobatan Toksoplasmosis

Sebagian besar kasus toksoplasmosis hanya digolongkan sebagai sakit ringan, dan tidak memerlukan perawatan medis. Penderita bisa pulih sepenuhnya dalam waktu 6 minggu.

Penangan medis berupa pemberian obat dibutuhkan untuk mengobati penderita toksoplasmosis akut.

Obat yang dapat diresepkan dokter untuk kasus ini, antara lain adalah pyrimethamine dan sulfadiazine.

Sedangkan pada penderita toksoplasmosis dengan infeksi mata, dapat ditambahkan obat kortikosteroid untuk meredakan peradangan.

Untuk menangani toksoplasmosis pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh (imunitas) rendah, dokter dapat memberikan obat, seperti pyrimethamine dengan clindamycin.

Konsumsi obat ini memerlukan waktu 6 minggu atau lebih lama.

Saat toksoplasmosis terjadi kembali pada pasien dengan sistem imunitas lemah, maka pemberian obat dapat diteruskan hingga imunitas tubuh membaik.

Baca Juga

Berita Terkait