Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Mualaf Warga Baduy: Keluar dari Daerah Adat dan Serius Dalami Islam

Rizki Nurmansyah Selasa, 19 Mei 2020 | 16:40 WIB

Kisah Mualaf Warga Baduy: Keluar dari Daerah Adat dan Serius Dalami Islam
Kesih Samsiah (40) warga suku Baduy yang menjadi mualaf bersama keluarga usai mendengarkan tausiyah dari salah seorang ustaz. [Ist]

Ratusan warga Baduy yang telah jadi mualaf tinggal di pemukiman baru di Kampung Landeuh.

SuaraBanten.id - Ratusan warga suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten memutuskan memeluk agama Islam. Keputusan menjadi mualaf membuat mereka harus angka kaki dari daerah adat di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar.

Kekinian, mereka tinggal di pemukiman baru yang terletak di Kampung Landeuh, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Di tempat itu, para mualaf Baduy rutin melaksanakan pengajian mulai membaca Al Quran hingga mendengarkan Tausiyah yang disampaikan ustaz di Bulan Suci Ramadan.

"Kami merasa tenang setelah memeluk agama Islam, bisa belajar mengaji untuk memperdalam nash Al Quran, tauhid, fiqh dan ibadah salat lima waktu juga puasa Ramadan dan salat tarawih," kata Kesih Samsiah (40), seorang mualaf warga Baduy saat ditemui di kediamannya.

Menurut Kesih, tempat tinggalnya saat ini merupakan fasilitas yang disiapkan Yayasan At Taubah BSD Tangerang dengan membangun 45 rumah. Namun baru dihuni 35 rumah dengan 120 jiwa.

Mereka tinggal di pemukiman itu sejak tiga tahun terakhir dengan lahan seluas 5 hektare, termasuk pembangunan masjid.

Wanita asal suku Baduy itu selama Ramadhan lebih memperdalam kajian ilmu agama Islam, disamping anak-anak mereka mendapat bantuan dari yayasan untuk mengenyam pendidikan di sekolah umum dan pondok pesantren.

"Kami di sini bersama kaum ibu-ibu lainnya setiap hari menimba ilmu agama Islam melalui pengajian yang dipandu ustaz itu," ujarnya.

Menurut Kesih, dirinya memeluk agama Islam sejak usia 15 tahun bersama kedua orangtuanya. Kini ia tinggal bersama sang suami Sudin (40) warga Baduy yang juga mualaf.

Kesih mengisahkan, awalnya ia memeluk agama Islam berawal dari orang tuanya tinggal di perumahan yang berada di luar kawasan hak ulayat mayarakat Baduy, dan menempati bangunan rumah yang menggunakan atap genteng dan tembok.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait