Awal April 2020, Penumpang Pelabuhan Merak Turun Hingga 67 Persen

Chandra Iswinarno
Awal April 2020, Penumpang Pelabuhan Merak Turun Hingga 67 Persen
Suasana Pelabuhan Merak, Cilegon saat wabah Virus Corona. [Suara.com/Hadi Sofyan]

Jika dibandingkan dengan minggu pertama bulan Maret 2020 lalu, sebelum marak isu wabah Covid-19, jumlah rataan penumpang setiap harinya bisa mencapai 2.596 orang.

SuaraBanten.id - Wabah Covid-19 atau Virus Corona di Indonesia yang kian merebak membuat jumlah pengguna jasa transportasi laut terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Hasan Lessy mengungkapkan, menurunnya jumlah pengguna jasa transportasi laut tidak membuat pihaknya mengurangi jumlah operasional kapal angkut penumpang di Pelabuhan Merak, Cilegon.

"Produksinya kalau kita lihat data yang ada, terhadap penumpang pejalan kaki itu turun 67 persen, penumpang di bus turun 37 persen. Terhadap golongan II, itu turun 15 persen. Terhadap mobil pribadi itu berkurang 38 persen, bus juga turun 44 persen, dan untuk logistik atau truk yang menyeberang pun berkurang sekitar 13 persen. Semua rata-rata turun," ucap Hasan Lessy kepada awak media, Selasa (7/4/2020) petang.

Berdasarkan data produksi harian lintas Merak-Bakauheuni pada periode 1-5 April tahun 2019 lalu, penumpang pejalan kaki mencapai 15.050 orang, sementara penumpang di atas kendaraan mencapai 93.849 orang. Berbeda dengan periode 1-5 April 2020, penumpang pejalan kaki hanya mencapai 4.246 orang, sedangkan untuk penumpang di atas kendaraan mencapai 61.207 orang.

Bahkan, jika dibandingkan dengan minggu pertama bulan Maret 2020 lalu, sebelum marak isu wabah Covid-19, jumlah rataan penumpang setiap harinya bisa mencapai 2.596 orang. Sedangkan, di bulan April 2020 ini, jumlah rataan penumpang per harinya hanya mencapai 849 orang.

Kendati demikian, PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Merak masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pembelian tiket secara online sejak awal Maret 2020. Hal itu untuk mengantisipasi, jika nanti mudik lebaran tidak benar-benar dilarang oleh pemerintah.

"Masalah mudik itu belum ada pelarangan. Sekarang kita edukasi terus kepada para pengguna jasa (soal tiket online). Karena pengguna jasa ini kan ada yang menggunakan hp android dan ada juga yang tidak, berarti belum memahami. Nah itu yang belum punya bisa dibantu oleh mereka yang memiliki hp android," ungkapnya.

Bahkan, diakui Hasan, pihaknya sudah menyiapkan bumper zone di rest area 68 dan 14 Tol Merak-Jakarta untuk memudahkan pengguna jasa melakukan transaksi pembelian tiket online. Karena dengan melakukan pembelian tiket online, Hasan menilai jika hal itu pun dapat membantu kepada para pengguna jasa untuk tetap melakukan social distancing sesuai anjuran pemerintah.

"Orang datang ke sini (pelabuhan) tidak secara rombongan, jadi sudah teratur, dan tidak terjadi antrian panjang. Sehingga jarak orang antara si A dan si B sudah diberikan jarak kurang lebih satu meter."

Kontributor : Sofyan Hadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS