RS Dradjat Prawiranegara Serang Isolasi Pasien, Belum Pasti Virus Corona

Pebriansyah Ariefana
RS Dradjat Prawiranegara Serang Isolasi Pasien, Belum Pasti Virus Corona
Pasien diduga terinfeksi virus corona keluar dari ruang IGD Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang. (ist)

Pasien dipindahkan ke mobil ambulans dengan petugas medis berpakaian lengkap dan tertutup.

SuaraBanten.id - Sebuah video yang menayangkan petugas medis berpakaian lengkap dan menggunakan masker, keluar dari ruang IGD Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang viral. Dalam video itu, ada seorang pasien dievakuasi keluar IGD dan menaiki ambulans.

Dalam video itu, sang pengambil video mengatakan bahwa pasien yang di bawa keluar ruang IGD dan masuk ke mobil ambulans, merupakan pasien terduga virus Corona.

Pihak RSDP Serang belum bisa memastikan penyakit apa yang di derita oleh pasien tersebut. Namun manajemen rumah sakit pemerintah yang menjadi rujukan penanganan virus corona itu mengatakan pasien tersebut sudah dibawa ke ruang isolasi.

Masih dalam video yang sama, ada seorang ibu-ibu menggandeng anak nya akan masuk ke IGD. Namun dilarang oleh petugas medis lainnya. Sehingga sang Ibu dan anak tidak jadi masuk dan menjauhi IGD.

"Benar pasien itu keluar IGD dan kita bawa ke ruang isolasi di bagian belakang (rumah sakit). Ada satu ruangan, empat kamar," kata Humas RSDP, dr Anam, saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Selasa (03/03/2020).

Menurut Anam, pakaian yang digunakan dalam video tersebut merupakan standar penanganan penyakit karena virus. Agar petugas medis tidak tertular dari penyakit yang di derita pasien, petugas medis menggunakan pakaian tertutup.

Pihak rumah sakit mengaku masih terus melakukan observasi kepada pasien, untuk memastikan penyakit yang di derita oleh pasien tersebut. RSDP Serang berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut, jika sudah diketahui hasil laboratoriumnya.

"Protokol penyakit bervirus memang seperti itu. Belum bisa dipastikan pasien sakit apa. Nanti kita informasi lebih lanjut," jelasnya.

Pasien diduga terinfeksi virus corona keluar dari ruang IGD Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang. (ist)
Pasien diduga terinfeksi virus corona keluar dari ruang IGD Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang. (ist)

Gubernur Banten Pakai Masker

Di hari yang sama, Selasa (3/3/2020), Gubernur Banten Wahidin Halim melantik pejabat eselon II menggunakan masker. Saat itu Wahidin Halim melantik empat orang pejabatnya di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Pejabat eselon II merupakan jabatan setingkat Kepala Dinas (Kadis) di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten. Wahidin Halim menjelaskan memakai masker karena takut terinfeksi corona.

"Pakai masker baru tadi, hari ini. Karena tadi malam ramai, orang Depok katanya kena (Corona), makanya (masker) di pakai. Bukan takut, ini kewaspadaan kita. Kan harus pakai masker di tempat umum, sekarang sudah dianjurkan," kata Wahidin Halim kepada sejumlah awak media saat ditemui usai pelantikan, Selasa siang.

Mantan Walikota Tangerang dua periode itu mengatakan kalau telah memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) mengenai peristiwa pemborongan dan kelangkaan masker yang ada di Banten. Bahkan ada masyarakat meminta pemerintah daerah (Pemda) menyiapkan stok masker untuk dibagikan.

Wahidin Halim mengaku Pemprov Bantek tidak memiliki dana untuk menyiapkan masker tersebut. Bahkan tidak menyiapkan secara khusus dalam APBD untuk membeli masker virus Corona.

"Tadi kita panggil dinas kesehatan, ini jadi keluhan masyarakat, masyarakat minta ke pemerintah daerah untuk masker, emang di anggarkan (APBD) kita untuk beli masker?" ujar Wahidin Halim sembari berseloroh.

Tak hanya banyak masyarakat yang meminta masker, menurut Wahidin Halim, telah terjadi kepanikan di masyarakat di Tangerang Raya yang memborong bahan kebutuhan pokok karena takut jika virus mematikan itu menyebar luas. Meski terjadi pemborongan atau pembelian secara massal malam tadi, stock kebutuhan barang pokok di pastikan aman.

Jika terjadi penimbunan dan kelangkaan bahan pokok, Pemprov Banten akan menyerahkan penanganannya ke pihak kepolisian. Karena telah mengganggu kebutuhan masyarakat umum dan kelangkaan bahan pokok.

"Bahwa terjadi panic buyying, masyarakat membeli banyak, di Tangerang terutama, kita sudah hubungi Bulog, Dinas Perdagangan, mengatakan bahwa stok cukup. Jadi masyarakat jangan panik. Jadi Dinas Perdagangan saya minta memantau, jika ada sengaja di provokasi untuk memborong, kita undang dan serahkan ke pihak kepolisian untuk menangani," jelasnya.

Pemprov Banten telah mengantisipasi terjadinya penyebaran dan penularan virus yang berasal dari China itu, dengan membentuk tim khusus yang berisikan dokter spesialis paru dan tim medis. Mereka akan bertindak cepat melakukan pengawasan dan penanganan medis jika ada pasien dengan keluhan virus Corona.

"Kita sudah bentuk tim di masing-masing rumah sakit, sudah dikumpulin, ada 113 ada dokter paru, tim di rumah sakit itu sendiri dan dibantu juga dinas kesehatan. Begitu ada orang masuk yang di duga suspeck, diperiksa, di rontgen, ada enggak indikasinya. Kalau ada, kita bawa ke RS Suroso sana. Tapi berdasarkan data yang ada, sampai saat ini tidak ada (suspect Corona di Banten)," ujarnya.

Kontributor : Yandhi Deslatama

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS