Indeks Terpopuler News Lifestyle

Sekeluarga Tewas Tertimpa Tembok Rumah di Bogor, Bukan karena Longsor

Pebriansyah Ariefana Kamis, 20 Februari 2020 | 11:56 WIB

Sekeluarga Tewas Tertimpa Tembok Rumah di Bogor, Bukan karena Longsor
Sekeluarga tewas tertimba tembok di Bogor. (BPBD)

Mereka lagi asik tidur.

SuaraBanten.id - Satu keluarga yang terdiri dari empat orang meninggal dunia usai tertimpa tembok rumah yang roboh di Kampung Cibolang, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Jalaludin mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 03.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, empat orang yang terdiri dari suami istri yakni Abas Abdul Latip (45), Ela Latipah (35) beserta dua orang anaknya Esa (6) dan Evan (4) meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala.

"Semuanya meninggal dunia," jelasnya.

Saat ini, warga bersama petugas terkait tengah bahu membahu membersihkan material tembok yang roboh sepajag dua meter itu. Sementara, jasad keempat korban sudah dibawa ke RSUD Ciawi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengatakan peristiwa tersebut baru diketahui sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi.

Saat itu, salah satu anggota keluarga korban yang tidur di lantai dua rumahnya bangun dan melihat keempat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia tertimpa tembok kamar yang roboh. Dugaan sementara, robohnya tembok kamar karena kondisi tembok rumah yang sudah lapuk. Kemudian ditambah genangan air akibat hujan di sekat antara tembok rumah korban dengan rumah tetangganya

"Jadi bukan karena tanah longsor, tapi tembok itu kemungkinan sudah lama, lapuk lah. Terus kan kondisi hujan ada air di antara sekat tembok jadi membuat lembab dan mudah roboh," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, empat orang yang terdiri dari suami istri yakni Abas Abdul Latip (45), Ela Latipah (35) beserta dua orang anaknya Esa (6) dan Evan (4) meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala.

"Semuanya meninggal dunia, mungkin karena posisi tidurnya kepala dekat tembok, mungkin kalau kakinya saja pasti teriak. Korban sudah di RSUD," tutup Adam.

Kontributor : Rambiga

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait